Sebelum tahun 1923, Danzig menggunakan mata uang Papiermark Jerman dan mengeluarkan beberapa "uang kertas darurat". Inflasi pada 1922–23 memiliki rata-rata sekitar 2.440% setiap bulannya.[1] Pada Juli 1923, pemerintah Danzig mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan mata uang baru, yaitu gulden, dengan persetujuan dari komite keuangan Liga Bangsa-Bangsa.[2] Gulden Danzig kemudian diresmikan dengan nilai tukar 25 gulden = 1 pound sterling.[2][3]
Danzig sendiri adalah wilayah yang dipisahkan dari Kekaisaran Jerman seusai Perang Dunia I. Jerman Nazi mengambil alih Danzig pada 1 September 1939, sehari setelah dimulainya invasi Polandia.[4] Pada hari yang sama, koin dan mata uang reichsmark dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah bersama dengan gulden Danzig dengan nilai tukar 1 gulden = 0,70 reichsmark.[5] Hal ini menguntungkan rakyat Danzig karena nilai tukar yang sebenarnya adalah 1 gulden = 0,47 reichsmark. Untuk menghentikan upaya penyalahgunaan, pada 7 September, impor koin dan mata uang gulden ke bekas wilayah Kota Merdeka Danzig secara resmi dilarang.[6]
12"Danzig to Establish New Currency System". The New York Times. 20 July 1923. hlm.3 – via ProQuest Historical Newspapers: The New York Times (1851–2010).