The Gubernur Tokyo (東京都知事code: ja is deprecated , Tōkyō-To Chiji) Adalah kepala pemerintahan Tokyo.
Pada tahun 1943, setelah penyatuan Kota Tokyo Dan Prefektur Tokyo ke dalam Pemerintah Metropolitan Tokyo, posisi Gubernur diciptakan. Sebelumnya, prefektur memiliki seorang Gubernur sementara Kota memiliki Wali kota .daerah saat ini diambil alih pada tahun 1947 dengan diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Daerah.
Sekilasan
Gubernur Tokyo adalah kepala pemerintahan Prefektur Tokyo dan Pemerintah Metropolitan Tokyo dan ia dipilih langsung oleh rakyat Tokyo setiap empat tahun sekali. Pilkada Tokyo paling terakhir diselenggarakan pada 2024.
Anggaran tahunan Tokyo berjumlah sekitar 13 miliyar yen, sepuluh kali lebih besar daripada prefektur lainnya dan bisa dikatakan jumlahnya setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia, jadi gubernur ini memiliki pengaruh yang kuat dalam arah ekonomi nasional.[1]
Percalonan
Syarat untuk menjadi Gubernur Tokyo adalah calon harus merupakan warga negara Jepang dan berkediaman di Tokyo selama lebih dari 3 bulan dan harus berusia 30 tahun keatas. Calon juga harus membayar deposit sebanyak 3 juta yen ke Pemerintahan Metropolitan, di mana deposit tersebut akan dikembalikan jika calon tersebut meraih lebih dari 10% suara saat pilkada.[2]
↑Fukada, Takahiro (February 8, 2011). "The second-most powerful job". The Japan Times. Diarsipkan dari asli tanggal December 1, 2016. Diakses tanggal November 12, 2022.