toilet, pujasera, tempat parkir, pelataran, pos keamanan.
Gua Kreo (bahasa Jawa:ꦒꦸꦮꦏꦽꦪꦺꦴcode: jv is deprecated , translit.Guwa Kreo) adalah objek wisata yang terdapat di Kota Semarang. Gua Kreo merupakan Gua yang terbentuk oleh alam dan terletak di tengah-tengah Waduk Jatibarang, sebuah bendungan yang membendung Kali Kreo.
Sejarah
Gua Kreo memiliki tempat parkir dan area kuliner luas yang menawarkan berbagai makanan dan minuman dalam harga murah. Pada halaman utama, terdapat pelataran yang berguna untuk menggelar acara adat bernama sesaji rewanda, yaitu sejenis upacara adat yang digelar dengan menyajikan hasil bumi gratis kepada monyet-monyet yang ada di kawasan ini, diiringi persembahan iring-iringan kampung dan tari tradisional setempat.
Untuk menuju gua-gua Kreo yang ada di Pulau Kreo, pengunjung perlu melewati tangga berundak yang cukup panjang serta sebuah jembatan berpelengkung merah. Jalur yang ada di Pulau Kreo terdapat di area pesisir dan terbilang sempit. Terdapat dua gua utama di Pulau Kreo, keduanya diyakini sebagai tempat bertapanya Dewa Rama dan Sunan Kalijaga.
Kata "Kreo" berasal dari kata Mangreho artinya jagalah atau peliharalah. Gua ini pernah digunakan Sunan Kalijaga untuk bertapa. Di sini terdapat ratusan monyet yang beretnis Macaca fascicularis atau biasa disebut monyet ekor panjang, dan menurut legenda juga terdapat tiga monyet gaib anak buah dari Sunan Kalijaga untuk menjaga hutan tersebut. Masyarakat sekitar juga meyakini bahwa kera ekor panjang tersebut merupakan keturunan dari kera yang setia pada zaman Sunan Kalijaga. Pada saat hasil bumi melimpah, masyarakat sekitar Goa Kreo akan mengadakan acara Rewanda, yaitu acara tradisional yang dilakukan sebagai bentuk dari hasil rasa syukur dan mengasihi makhluk hidup, dengan memberikan hasil bumi atau makanan untuk kera ekor panjang yang terdapat dikawasan tersebut. [1]