Jika ada, graviton diperkirakan tidak bermassa karena jangkauan gaya gravitasi sangat jauh dan tampak merambat dengan laju cahaya. Graviton harus berupa boson dengan spin-2 karena sumber gravitasi adalah tensor energi–tegangan, sebuah tensor orde kedua (berbeda dengan foton dari elektromagnetisme dengan spin-1, yang sumbernya adalah tensor empat-arus, sebuah tensor orde pertama). Selain itu, dapat ditunjukkan bahwa medan spin-2 tanpa massa apa pun akan menimbulkan gaya yang tidak dapat dibedakan dari gravitasi, karena medan spin-2 tanpa massa akan berkopel dengan tensor energi–tegangan dengan cara yang sama seperti interaksi gravitasi. Hasil ini menunjukkan bahwa, jika partikel spin-2 tanpa massa ditemukan, pasti itu adalah graviton.[5]
↑G digunakan untuk membedakan dari gluon (simbol g)
↑Rovelli,C.(2001)."Notes for a brief history of quantum gravity".arΧiv:gr-qc/0006061.
↑
Blokhintsev, D. I.; Gal'perin, F. M. (1934). "Гипотеза нейтрино и закон сохранения энергии"[Neutrino hypothesis and conservation of energy]. Pod Znamenem Marxisma (dalam bahasa Rusia). 6: 147–157.