Grand China Air dikelola di bawah perusahaan induk disebut Grand China Airlines Holding Company (GCAHC) yang diselenggarakan bersama oleh pemerintah provinsi Hainan (48.6%), George Soros (18.6%), dan HNA Group (32.8%).[2][3]
Sejarah
Grand China Air dibentuk pada tanggal 29 November 2007 di bawah inisiatif entitas operasional terbesar di HNA Group, Hainan Airlines, untuk menggabungkan operasinya dengan anak perusahaan HNA Group Shanxi Airlines, Chang'an Airlines, dan China Xinhua Airlines. Maskapai ini berkantor pusat di Beijing dan terdaftar di Provinsi Hainan.
Armada
Hingga September2019[update], Grand China Air mengoperasikan armada seluruhnya Boeing yang terdiri dari pesawat berikut ini:[4]