Graciela Chichilnisky adalah profesorekonomi dan statistika, di Universitas Columbia dan aktivis lingkungan yang lahir di Argentina. Hasil pemikirannya yang menjadi salah satu paling inovatif di abad ke-21, tentang pasar perdagangan emisi karbon protokol kyoto,[1] pada tahun 2005 menjadi hukum internasional. Selain menjadi Profesor, Graciela juga mendirikan sebuah perusahaan Global Thermostat, LLC pada tahun 2010. Perusahaan yang fokus pada bidang pengurangan karbon.[2]
Akademik
Graciela menempuh pendidikan menengah di Instituto National de Lenguas Vivas, Buenos Aires, Argentina. Saat menempuh pendidikan tingkat sarjana mengalami kendala, karena adanya pergolakan politik dan kudeta militer di Argentina pada akhir 1960-an. Hal tersebut, menyebabkan penutupan Universitas di Buenos Aires, jadi Graciela merubah jalan hidupnya.[3]
Graciela diterima menjadi mahasiswa pascasarjana khusus di Institut Teknologi Massachusetts (MIT), serta mendapatkan beasiswa dari Ford Foundation. Meskipun saat itu, Graciela tidak memiliki gelar sarjana sama sekali.[2]
Pada tahun 1971, Graciela mendapa gelar Ph.D. dalam bidang matematika dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dan gelar Ph.D. pada bidang ekonomi diperoleh pada tahun 1976, dari Universitas California[3] dengan judul tesis Manifolds on Preferences and Equilibria.[4]
Kontribusi internasional
Graciela mengenalkan konsep Kebutuhan Dasar (Basic Needs) pada pertengahan 1970-an. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Rio de Janeiro, Brazil pada tahun 1992, PBB mengadopsi konsep tersebut menjadi landasan hukum internasional bagi pembangunan keberlanjutan. Konsep tersebut menjelaskan bahwa pembangunan harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan vital manusia daripada memaksimalkan pertumbuhan ekonomi.[3]
Kontribusi dibidang isu perubahan iklim yaitu Protokol Kyoto (Pasar perdagangan emisi karbon), Graciela menulis Protokol Kyoto pada tahun 1997 di Kyoto. Pada tahun 2005, PBB menjadikan konsep tersebut menjadi hukum internasional terkait emisi karbon. Hal tersebut membuat Graciela mendapatkan penghargaan nobel pada tahun 2007.[2]