Government Pension Fund of Norway (Statens pensjonsfondcode: no is deprecated ) adalah sovereign wealth fund (SWF) yang dimiliki oleh pemerintah Norwegia. Government Pension Fund of Norway terdiri dari dua SWF terpisah, yakni Government Pension Fund Global dan Government Pension Fund Norway.
Government Pension Fund Global (Statens pensjonsfond utland), atau juga dikenal sebagai Oil Fund (Oljefondet), didirikan pada tahun 1990 untuk menginvestasikan surplus pendapatan dari sektor minyak bumi Norwegia. Hingga November 2024,[update] Oljefondet memiliki aset sebesar lebih dari US$1,74 triliun,[1] dan rata-rata memegang 1,5% saham dari semua perusahaan publik di dunia, sehingga menjadikan Oljefondet sebagai SWF tunggal dengan jumlah aset kelolaan terbesar di dunia.[2][3] Oljefondet juga memiliki portofolio investasi lahan yasan dan obligasi. Oljefondet tidak berinvestasi di sejumlah perusahaan atas dasar etika.[4]
Government Pension Fund Norway didirikan pada tahun 1967 sebagai dana asuransi nasional. Government Pension Fund Norway dikelola secara terpisah dari Oljefondet dan terbatas pada investasi di negara Nordik, sehingga menjadi pemegang saham utama di sejumlah perusahaan besar di Norwegia, terutama melalui Oslo Stock Exchange.
Government Pension Fund Global
Government Pension Fund Global (Statens pensjonsfond Utlandcode: no is deprecated , SPU) adalah sebuah dana pensiun di mana surplus kekayaan yang dihasilkan dari industri minyak bumi Norwegia disimpan. Sebelum tahun 2006, nama dari dana pensiun ini adalah Petroleum Fund of Norway. Dana pensiun ini lebih dikenal sebagai Oil Fund (Oljefondetcode: no is deprecated ).
Tujuan dari Oljefondet adalah untuk menginvestasikan sebagian surplus yang dihasilkan oleh sektor minyak bumi Norwegia, tidak hanya dari pajak, tetapi juga dari pembayaran atas izin eksplorasi minyak bumi serta State's Direct Financial Interest dan deviden dari Equinor. Pendapatan dari sektor minyak bumi diperkirakan telah mencapai puncaknya dan akan menurun di masa yang akan datang. Oljefondet didirikan pada tahun 1990 melalui keputusan dari Storting untuk mengurangi dampak dari penurunan pendapatan di masa yang akan datang dan meredakan dampak dari harga minyak yang sangat fluktuatif.
Sesuai namanya, Government Pension Fund Global berinvestasi di pasar keuangan internasional, sehingga risikonya terpisah dari ekonomi Norwegia. Hingga tahun 2024, Government Pension Fund Global berinvestasi pada 8.763 perusahaan di 71 negara. Hingga bulan November 2024, nilai dari Government Pension Fund Global telah mencapai lebih dari 19 triliun.[5]
Latar belakang
Norwegia mengalami surplus ekonomi sejak mengembangkan sumber daya hidrokarbonnya pada dekade 1970-an. Kenyataan tersebut, ditambah dengan keinginan untuk memitigasi volatilitas yang berasal dari fluktuasi harga minyak, pun memotivasi pembentukan Oljefondet, yang kini menjadi Government Pension Fund-Global (GPF-G).[6] Fluktuasi harga minyak telah lama menjadi kekhawatiran bagi negara-negara yang bergantung pada minyak sejak terjadinya ledakan minyak, tetapi terutama memuncak pasca krisis minyak pertama pada dekade 1970-an.[7] Karena PDB riil dari negara-negara eksportir minyak sangat terkait dengan harga minyak, negara-negara eksportir minyak pun selalu berupaya untuk menstabilisasi pola konsumsi minyak, dan sejumlah negara eksportir minyak memilih sovereign wealth fund sebagai kebijakan yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.[7] Adopsi GPF-G pun sejalan dengan tren ekonomi global, terutama pola investasi. Investasi internasional meningkat dengan persentase yang lebih tinggi daripada GDP global atau perdagangan global, dengan meningkat sebesar 175% pada periode di mana GDP global dan perdagangan global masing-masing hanya meningkat sebesar 53% dan 93%.[8]
Manajemen dan ukuran
Nilai dari Oljefondet dalam miliar kroner (harga Juni 2017)
Government Pension Fund Norway dikelola oleh Folketrygdfondet, sementara Oljefondet dikelola oleh Norges Bank Investment Management (NBIM), bagian dari Norwegian Central Bank, atas nama Kementerian Keuangan.[9]
Hingga June 2011,[update] Oljefondet adalah dana pensiun terbesar di dunia, tetapi Oljefondet tidak seperti dana pensiun pada umumnya, karena dukungan keuangannya berasal dari laba minyak, bukan dari iuran pensiun.[10] Pada bulan September 2017, untuk pertama kalinya, nilai Oljefondet mencapai lebih dari US$1triliun, tiga belas kali lipat dari nilai pada tahun 2002. Dengan populasi sebesar 5,2 juta orang, nilai tersebut mencapai $192.307 per warga negara Norwegia. Dari total aset Oljefondet, sebanyak 65% berupa ekuitas (menyumbang 1,3% dari total pasar ekuitas global), sementara sisanya merupakan investasi properti dan pendapatan tetap. Norwegia dapat mencairkan hingga 3% dari total nilai Oljefondet per tahun.[11] Pencairan pertama dalam sejarah Oljefondet dilakukan pada tahun 2016.[12] Dalam sebuah buku putih parlemen pada bulan April 2011, Kementerian Keuangan Norwegia sebenarnya memperkirakan bahwa nilai Oljefondet baru akan mencapai $1triliun pada akhir tahun 2019.[13] Menurut perkiraan tersebut, skenario terburuk untuk nilai Oljefondet pada tahun 2030 adalah $455miliar, sementara skenario terbaik mencapai $3,3triliun.[14] Dengan memegang 2,33% dari total saham perusahaan di Eropa,[15] Oljefondet adalah pemegang saham terbesar di Eropa.[16]
Pada tahun 1998, Oljefondet diperbolehkan untuk menginvestasikan hingga 40% dari total portofolionya di pasar saham internasional. Pada bulan Juni 2009, Kementerian Keuangan Norwegia meningkatkan batas tersebut menjadi 60%. Pada bulan Mei 2014, gubernur Bank Sentral Norwegia mengusulkan peningkatan batas tersebut menjadi 70%.[17] Pemerintah Norwegia pun merencanakan bahwa hingga 5% dari Oljefondet akan diinvestasikan pada lahan yasan, mulai tahun 2010.[18] Kebijakan khusus untuk investasi lahan yasan juga diusulkan dalam sebuah laporan yang disusun oleh Partners Group untuk Kementerian Keuangan Norwegia.[19]
SWF milik Norwegia kini makin aktif dalam pengelolaan perusahaan. Pada kuartal kedua tahun 2013, SWF milik Norwegia memberikan suara dalam 6.078 RUPS dan 239 proposal pemegang saham mengenai isu lingkungan dan sosial.[20] SWF milik Norwegia juga makin aktif untuk mendorong penurunan gaji direksi.[21]
Perdebatan
Karena besarnya nilai dari Oljefondet jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Norwegia (5,2 juta orang pada tahun 2017), Oljefondet pun menjadi isu politik yang hangat, terutama dalam tiga hal, yakni:
Apakah Norwegia seharusnya menggunakan lebih banyak laba dari minyak bumi untuk APBN, bukannya untuk SWF. Hal utama yang menjadi perdebatan adalah seberapa efektif peningkatan belanja pemerintah dari APBN dapat meningkatkan inflasi.
Apakah tingginya tingkat eksposur (sekitar 65% pada tahun 2017) pada pasar saham yang sangat volatil itu aman. Pihak lain[siapa?] mengklaim bahwa tingginya tingkat diversifikasi dan lamanya investasi akan mendilusi risiko dan bahwa Norwegia merugi, karena rendahnya tingkat investasi di pasar saham.
Apakah kebijakan investasi dari Oljefondet telah etis.