Gonggong shitang (公共食堂) adalah dapur komunal yang diperkenalkan pada era lompatan besar Tiongkok, di bawah kepemimpinan Mao Zedong. Program dan bangunan ini biasanya diadakan di daerah rural dan urban, untuk menyediakan makanan gratis kepada kelas pekerja dan petani. Sejak tahun 1958, dengan sistem komunal, pemerintah Tiongkok menghilangkan secara paksa kepemilikan privat dan rumah tangga. Keluarga dilarang memasak di rumah dan semua peralatan dapur, peralatan makan, serta persediaan makanan harus diserahkan kepada komunitas. Semua anggota masyarakat kemudian diwajibkan mengambil jatah makanannya ke dapur komunal yang disediakan.[1]
Kesalahan pengelolaan dan kacaunya rantai suplai membuat program yang awalnya didukung oleh rakyat ini berubah menjadi bencana kelaparan massal yang menewaskan sekitar 20 hingga 40 juta orang.[2]
Dampak
Walaupun secara ideal dapur komunal mengefisienkan produksi dan distribusi makanan, tetapi realitanya justru membuat rakyat mengambil makanan melebihi kebutuhannya, karena merasa tidak punya alasan lagi untuk berhemat. Akibatnya tingkat pemborosan makanan menjadi tinggi dan bahan makanan menjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Tercatat bahan makanan yang harusnya menjadi persediaan untuk enam bulan, dihabiskan hanya dalam waktu 20 hari saja. Selain itu, kebiasaan membuat laporan yang menyenangkan pemerintah pusat membuat pemerintah di daerah abai terhadap stok bahan makanan yang masih tersisa untuk diolah oleh dapur komunal. Akibatnya program ini malah berujung menjadi kelaparan massal.[1]