Glukomanan adalah polisakarida yang dapat larut dalam air dan dianggap sebagai serat pangan. Glukomanan merupakan komponen hemiselulosa dalam dinding sel beberapa spesies tumbuhan.
Produk-produk yang mengandung glukomanan (dengan berbagai macam merk dagang) dipasarkan sebagai bahan tambahan pangan dengan klaim bahwa bahan ini dapat menurunkan kadar kolesterol dan menanggulangi sembelit.[1][2] Semenjak tahun 2010, glukomanan dipasarkan di Eropa sebagai substansi yang diklaim dapat membantu menurunkan berat badan,[2] tetapi hingga tahun 2014 masih belum ada cukup bukti yang menunjukkan hal ini.[3][4]
Suplemen yang mengandung glukomanan harus diminum dengan cukup air, jika tidak terdapat risiko tersedak dan penyumbatan usus.[5] Efek samping lainnya adalah diare dan kembung; dalam salah satu hasil penelitian, orang yang meminum glukomanan memiliki kadar trigliserida yang lebih tinggi.[3]
Catatan kaki
↑"Monograph: Glucomannan - Capsule" (dalam bahasa Inggris). Health Canada. May 11, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-28. Diakses tanggal 2019-02-01.
12"Scientific Opinion on the substantiation of health claims related to konjac mannan (glucomannan) and reduction of body weight (ID 854, 1556, 3725), reduction of post-prandial glycaemic responses (ID 1559), maintenance of normal blood glucose concentration". EFSA Journal. 8 (10): 1798. October 2010. doi:10.2903/j.efsa.2010.1798.
12Onakpoya I, Posadzki P, Ernst E (2014). "The efficacy of glucomannan supplementation in overweight and obesity: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials". J Am Coll Nutr. 33 (1): 70–8. doi:10.1080/07315724.2014.870013. PMID24533610.