Glisilsiklin adalah golongan antibiotik turunan tetrasiklin. Analog tetrasiklin ini dirancang khusus untuk mengatasi dua mekanisme umum resistensi tetrasiklin, yaitu resistensi yang dimediasi oleh pompa efluks yang didapat dan/atau perlindungan ribosom. Saat ini, tigesiklin merupakan satu-satunya glisilsiklin yang disetujui untuk penggunaan antibiotik.
Mekanisme kerja
Antibiotik glisilsiklin memiliki mekanisme kerja yang serupa dengan antibiotik tetrasiklin. Antibiotik ini menghambat sintesis protein sehingga mencegah reproduksi bakteri. Kedua golongan antibiotik ini berikatan dengan subunit ribosom 30S untuk mencegah aminoasil tRNA berikatan dengan situs A ribosom. Namun, glisilsiklin tampaknya berikatan lebih efektif daripada tetrasiklin.[1]
Mekanisme resistensi
Meskipun glisilsiklin memiliki kemanjuran yang lebih besar terhadap organisme dengan resistensi tetrasiklin yang dimediasi oleh pompa efluks yang didapat dan/atau perlindungan ribosom, glisilsiklin tidak efektif terhadap organisme dengan pompa efluks kromosom seperti Pseudomonas dan Proteae.[2]
Efek samping dan kontraindikasi
Karena glisilsiklin serupa dengan tetrasiklin, keduanya memiliki banyak efek samping dan kontraindikasi yang sama. Efek samping ini dapat berupa mual/muntah, sakit kepala, fotosensitivitas, perubahan warna gigi yang sedang tumbuh, dan kerusakan janin.[3]