Plot
Film ini dimulai saat diadakannya Pertandingan Persahabatan (eksibisi) memperingati kemenangan SMA Perempuan Ooarai di turnamen senshadō musim panas ke-63. Setelah pertempuran yang cukup panjang, tim gabungan Ooarai dan Akademi Chi-Ha-Tan dikalahkan oleh tim gabungan St. Gloriana dan Pravda. Seluruh tim kemudian pergi ke pemandian air panas (onsen) dan saling beinteraksi satu sama lain.
Setelah kembali ke sekolah, ketua dewan siswa Anzu Kadotani memberitahukan bahwa meskipun Ooarai menang dalam turnamen, Kementerian Pendidikan tidak memenuhi janji mereka untuk batal menutup sekolah dan mengklaim bahwa itu hanya kesepakatan lisan tanpa kepastian hukum. Para siswa Ooarai kemudian diperintahkan untuk mengemasi barang-barang, karena kapal sekolah mereka akan dinonaktifkan. Pada awalnya tank-tank tim senshadō Ooarai juga akan disimpan oleh kementerian, tetapi dengan bantuan dari Saunders tim Ooarai bisa menjaga tank-tank mereka agar tidak diambil oleh kementerian.
Beberapa waktu kemudian Anzu mendesak Ami Chouno untuk membawa masalah ini kepada ibu Maho dan Miho, Shiho Nishizumi. Dengan dalih bahwa "Kuromorimine tidak akan dapat melakukan pertandingan dengan Ooarai jika ditutup", Shiho membantu Anzu untuk mendesak Kementerian untuk mempertimbangkan kembali keputusan penutupan sekolah. Shiho juga mengancam akan menarik Kuromorimine yang notabene merupakan sekolah kuat dari Turnamen Dunia (Pro-liga) yang akan datang. Renta Tsuji[6] setuju untuk batal menutup sekolah, tetapi dengan syarat Ooarai mampu mengalahkan tim Persatuan Universitas dalam sebuah pertempuran senshadō. Anzu juga meminta kontrak tertulis untuk memastikan bahwa Ooarai tidak akan ditutup jika tim mereka menang.
Namun, aturan pertempuran kali ini membuat tim Ooarai berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Mereka harus menghadapi tim yang terdiri dari mahasiswa terpilih dan dipimpin oleh anak dari aliran Shimada, Alice Shimada. Aliran Shimada sendiri merupakan salah satu aliran senshadō di Jepang yang paling kuat, dikatakan setara dengan aliran Nishizumi (dalam cerita adalah Miho dan Maho Nishizumi). Tim universitas juga menggunakan tiga puluh tank, sedangkan Ooarai hanya punya 8 tank. Hal itu masih ditambah dengan pertempuran yang menggunakan aturan eliminasi, dimana tim pemenang adalah tim yang berhasil melumpuhkan semua tank musuh.
Terlepas dari keadaan yang dihadapi mereka, tim Ooarai tetap tidak mundur dari pertandingan itu. Namun sesaat sebelum pertandingan dimulai kejutan tercipta ketika siswa dari Saunders, Kuromorimine, Anzio, St. Gloriana, Pravda, Chi-Ha-Tan dan Jatkosota datang dengan tank mereka untuk membantu Ooarai. Mereka memanfaatkan celah dalam kesepakatan tertulis untuk bergabung sebagai siswa pindahan sementara ke sekolah Ooarai.
Pertandingan dimulai dengan tim universitas mendominasi pertempuran karena tank dan kemampuan mereka memang lebih superior daripada Tim Gabungan Ooarai. Meski begitu Ooarai berhasil melumpuhkan artileri super berat Karl-Gerät milik tim universitas, yang notabene merupakan salah satu senjata terkuat tim universitas.
Namun, hal ini tidak cukup untuk membuat tim Ooarai bisa naik ke situasi yang lebih menguntungkan. Mereka akhirnya mundur ke sebuah taman hiburan besar yang terbengkalai. Disinilah tim Ooarai memanfaatkan berbagai fasilitas taman untuk terus berusaha menjebak dan melumpuhkan satu-persatu tank milik tim universitas. Hal ini terus dilakukan sampai akhirnya tim Ooarai bisa membalikkan keadaan.
Lagi-lagi, hal itu tidak berlangsung cukup lama. Alice akhirnya bergabung dalam pertarungan secara langsung (pada awalnya Alice memberi komando secara tak langsung dari jarak jauh) dan melumpuhkan tank tim Ooarai yang tersisa. Alice seorang diri dan sedikit bantuan dari tim-nya membuat kekuatan tim Ooarai berkurang banyak. Pada akhirnya, tank tim universitas tersisa tiga dan tim Ooarai tersisa dua.
Dalam pertarungan terakhir, Miho dan Maho melumpuhkan dua tank yang masing-masing dikoamndani oleh Azumi dan Megumi (mereka adalah 2 dari 3 wakil komandan tim universitas). Miho, Maho, dan Alice kemudian terlibat dalam pertempuran yang sengit. Pada akhirnya, Miho dan Maho melakukan serangan gabungan dan teknik yang tidak terkira oleh Alice, yang kemudian mampu mengalahkan tank Alice. Karena tank Alice adalah tank terakhir dari tim universitas dan tank Ooarai masih tersisa satu (tank milik Maho, tank Miho dilumpuhkan bersamaan dengan tank Alice), maka tim Ooarai secara resmi dinyatakan menang.
Selama kredit penutup film, semua siswi dari sekolah lain terlihat pulang kembali ke sekolah masing-masing setelah membantu Ooarai. Terlihat juga bahwa tim Ooarai sedang berada di atas kapal sementara, dan ditutup dengan kapal sekolah Ooarai yang sudah 'menunggu' di pelabuhan.