* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 26 Oktober 2013 ‡ Penampilan dan gol di tim nasional akurat per 18 November 2009
Agius adalah mantan kapten dari klub kampung halamannya, Valletta dan merupakan salah satu tokoh paling terkenal dan dihormati dalam sejarah sepak bolaMalta. Atas kesetiaannya kepada klub kampung halamannya, ia dielu-elukan sebagai pahlawan oleh para suporter Valletta. Ia bermain untuk Valleta sejak tahun 1990, kecuali pada paruh pertama musim 2001-02, saat ia dipinjamkan ke klub Lega Pro PrimaItalia, Pisa. Nomor punggung 7 yang ia gunakan pun dipensiunkan sebagai penghormatan atas kesetiaan dan kontribusinya yang luar biasa kepada Valletta.[3] Dia adalah pemain dengan penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Valletta[4] Agius merupakan pemain yang memenangkan penghargaan terbanyak dalam sejarah sepak bola Valletta. Dia juga memegang rekor pencetak gol terbanyak di tim nasional Malta dengan torehan 10 gol.
Gilbert Agius telah menerima tiga penghargaan Pemain Terbaik dari Asosiasi Sepak Bola Malta, yang dimenangkannya pada tahun 1996–97, 2000–01, dan 2006–07.[5]
Pada awal musim 2007-08, Agius menjalani masa uji coba (trial) dengan Enköpings SK, namun ia memilih untuk tetap bersama Valletta. Di penghujung tahun 2007, Agius sempat absen karena cedera paha selama beberapa bulan, tetapi ia berhasil kembali saat timnya mulai meraih tren positif, dan mampu memimpin Valletta untuk meraih gelar pertama sejak 2000–01. Dia memenangkan satu penghargaan Player of the Month pada September 2007, dan terpilih sebagai Pemain Lokal Terbaik di Maltese Football Awards pada akhir musim 2007-08.
Di awal musim 2012–13, Agius diangkat menjadi Asisten Manajer Valletta, dengan Manajer baru Mark Miller. Ia kemudian meninggalkan jabatan ini dan keluar dari masa pensiunnya untuk bermain dengan tim Xewkija Tigers[6] dan membantu mereka memenangkan Liga Sepak Bola Gozo.
Karier kepelatihan
Setelah bermain dengan Xewkija Tigers, Agius kembali ke Valletta sebagai asisten manajer. Ia juga beberapa kali sempat beralih sebagai manajer sementara. Pada tahun 2019, Agius menggantikan Danilo Doncic sebagai manajer sementara, dan berhasil memimpin Valletta untuk memenangkan gelar setelah mengalahkan Hibernians di pertandingan penentuan.[7] Pada Desember 2020, Agius kembali membantu klubnya sebagai manajer sementara setelah Jesmond Zerafa mengundurkan diri.[8] Lalu di penghujung tahun, ia digantikan oleh Tozé Mendes, dan Agius pun kembali menjabat sebagai asisten manajer.[9]
Pada 15 Februari 2023, Agius memilih untuk melatih klub di luar Eropa untuk pertama kali dalam kariernya. Agius ditunjuk sebagai pelatih kepala baru dari klub Liga 1 Indonesia,PSIS Semarang.[11]
Agius telah mencatatkan 120 caps untuk negaranya, menjadikannya pemain dengan penampilan terbanyak ketiga dalam sejarah sepak bola Malta.[12] Di tim nasional, ia kerap bermain sebagai gelandang bertahan dalam beberapa tahun terakhir. Bukan karena skill defensifnya yang luar biasa, tapi karena kemampuannya dalam mendistribusikan bola. Ia telah mencetak 8 gol untuk tim nasional Malta.[13] Di level klub, dia bermain sebagai penyerang. Agius adalah kapten di tim nasional Malta selama bertahun-tahun, hingga ia berhenti dipanggil internasional. Agius dicintai oleh para suporter dan dikenang sebagai pemain yang sangat bersemangat saat bermain untuk negaranya.
Gol Agius dalam pertandingan persahabatan 1–1 melawan Austria terpilih sebagai Goal of the Season di Malta Football Awards 2006–07.
↑"Gilbert Agius". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2020-12-30.
↑Di Maggio, Roberto; José Luis, Pierrend (2020-12-16). "Malta - Player of the Year". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-06. Diakses tanggal 2020-12-30.