Genus ini menjadi oviraptorosauria terbesar yang diketahui, mencapai panjang 8 meter (26ft) dan berat 2 ton metrik (2,2 ton pendek).[2][3][4] Hewan ini memiliki koluma vertebra yang terpneumatisasi secara ekstensif, serta memiliki tangan dan kaki yang panjang. Femur dan tibianya memiliki panjang lebih dari 1m (3,3ft), yang merupakan ciri tubuh yang tak lumrah pada theropoda besar. Rahang bawahnya tidak memiliki gigi dan berujung pada paruh berkeratin, seperti pada oviraptorosauria lainnya. Meski beberapa genus oviraptorosauria diketahui memiliki tubuh yang ditutupi sepenuhnya oleh bulu, Gigantoraptor, karena ukurannya, barangkali kehilangan beberapa dari intergumen ini.
Genus ini diklasifikasikan sebagai sebuah dinosaurus oviraptorosauria, yang mencakup dinosaurus berbulu yang umumnya berukuran kecil. Awalnya ditemukan sebagai perwakilan dari oviraptorid basal, analisis-analisis belakangan menunjukkan bahwa genus ini masuk kedalam Caenagnathidae.[5]Gigantoraptor adalah herbivor atau omnivorbipedal darat dengan gigitan memotong, seperti yang diindikasikan oleh mandibula yang terawetkan. Bentuk paruhnya mengindikasikan diet generalis dengan kemungkinan karnivori secara tak berkala. Holotipe, sekaligus satu-satunya spesimen yang diketahui dari Gigantoraptor, telah ditentukan sebagai mewakili sebuah individu dewasa muda yang mati pada usia 11 tahun, serta mencapai fase remajanya pada usia 7 tahun. Perkembangan semacam ini mengindikasikan perkembagan yang terakselerasi bila dibandingkan dengan theropoda-theropoda besar lainnya. Penemuan dan pemeriksana telur-telur oviraptorosauria besar, Macroelongatoolithus, mengindikasikan bahwa spesies besar seperti Gigantoraptor membuat sarangnya dengan bagian tengah yang tidak memiliki telur agar tidak tertindih.[6]