Gerrit Jan van Dongen adalah seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Belanda di Hindia Belanda.[1] Pada tahun 1920, ia menjabat Asisten Residen Manado yang berkuasa atas wilayah Afdeling Manado yang termasuk wilayah Keresidenan Manado di Daerah Luar, Hindia Belanda.[2][3] Pada tahun 1925, Gerrit Jan van Dongen menjabat sebagai Residen Jambi yang berkuasa atas wilayah Keresidenan Jambi. Masa jabatannya selama selama 3,5 tahun sebagai Residen Jambi disertai dengan penugasan sebagai kontrolir untuk Distrik Surulangun di wilayah Keresidenan Palembang yang berbatasan dengan Keresidenan Jambi.[1][4] Gerrit Jan van Dongen memliki karya tulis berbentuk laporan yang berjudul Orang Kubu di Onderafdeling Tanah Kubu dalam Keresidenan Palembang yang isinya menjelaskan asal-usul dari orang Kubu di Keresidenan Jambi dan Keresidenan Palembang.[5]
Karier
Asisten residen
Pada tanggal 5 Juli 1920, Gerrit Jan van Dongen ditetapkan sebagai Asisten Residen untuk Afdeling Manado dalam wilayah Keresidenan Manado di Daerah Luar, Hindia Belanda. Ia kemudian dilantik sebagai Asisten Residen Manado pada tanggal 18 Juli 1920.[2][3] Selama masa jabatannya sebagai Asisten Residen Manado, wilayah Afdeling Manado merupakan tanah adat yang hak kepemilikannya tidak dibagi tetapi digunakan bersama berdasarkan hukum hubungan kekerabatan.[2]
Residen dan kontrolir
Gerrit Jan van Dongen menjabat sebagai Residen Jambi pada tanggal 1 April 1925. Ia menjabat sebagai Residen Jambi selama 3,5 tahun. Masa jabatannya sebagai Residen Jambi berakhir pada tanggal 8 Oktober 1928.[4] Selama menjabat sebagai Residen Jambi, Gerrit Jan van Dongen juga ditugaskan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menjabat sebagai kontrolir pada Distrik Surulangun yang terletak dalam wilayah Keresidenan Palembang yang berbatasan langsung dengan Keresidenan Jambi.[1]
Karya tulis
Orang Kubu di Onderafdeling Tanah Kubu dalam Keresidenan Palembang
Orang Kubu di Onderafdeling Tanah Kubu dalam Keresidenan Palembang adalah sebuah laporan yang ditulis oleh Gerrit Jan van Dongen untuk menjelaskan asal-usul dari orang Kubu di wilayah pemerintahan Hindia Belanda terutama di Keresidenan Palembang dan Keresidenan Jambi. Dalam laporan ini, ia menjelaskan bahwa orang Kubu di Onderafdeling Banyuasin dan Onderafdeling Tanah Kubu berasal dari permukiman lama yang terletak di sekitar sungai Belolus. Sedangkan orang Kubu yang berada di Keresidenan Jambi berasal dari keturunan Kubu Semambu.[5]