Sebelum dimekarkan menjadi paroki, wilayah Curug merupakan bagian dari Paroki Santa Monika, Serpong. Rencana pemekaran dimulai pada Mei 1996. Pada awal pembelian tanah yang menjadi lokasi pusat stasi, tanah ini merupakan bedeng semi-permanen. Sebelumnya, sempat juga digunakan sebuah ruko di kawasan Permata, ruangan di Rumah Sakit Siloam, dan juga di kampus Universitas Pelita Harapan.[1]
Panitia Pembangunan Gereja dilantik pada tanggal 25 Oktober 2003. Pada 1 Oktober 2006, Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J. menaikkan status dari yang sebelumnya stasi menjadi paroki. Gereja Santa Helena kemudian diberkati pada 21 Januari 2007. Adapun pastor kepala paroki pertama di Paroki Curug adalah R.P. Yohanes Surono, O.S.C.[2]
Hingga saat ini, Paroki Curug berada dalam reksa pengelolaan Ordo Salib Suci.
Peribadatan
Gereja Santa Helena menyelenggarakan misa harian dan juga misa mingguan. Misa mingguan diselenggarakan pada Sabtu sore dan pada hari Minggu. Misa harian diselenggarakan pada pagi hari. Selain misa dalam Bahasa Indonesia, Gereja Santa Helena juga menyelenggarakan misa dalam Bahasa Inggris satu kali setiap bulannya, yakni pada hari Minggu keempat.
Galeri
Eksterior
Tampak samping gereja, 2025
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025
Porta Sancta dalam rangka Yubileum 2025
Interior
Tampak dalam dari lantai dasar, 2025
Tampak dalam dari lantai dasar, 2024
Tampak dalam dari balkon, 2024
Altar gereja, 2018
Altar gereja, 2024
Fasilitas
Patung Pieta di dalam gereja
Patung Bunda Maria di dalam gereja
Gua Maria (2024)
Patung Santa Helena di pelataran
Patung Hati Kudus Yesus
Referensi
↑"Tentang Kami". parokicurug.or.id. Paroki Curug. 15 Agustus 2016.