Pada 1897, karena peningkatan jumlah pejabat pemerintahan Rusia di Korea, pemerintah Kekaisaran Rusia memutuskan untuk mengirim para misionaris Ortodoks Rusia ke Korea. ArkimandritAmbrosius Gudko memimpin tim tiga orang, tetapi tak mendapatkan izin untuk masuk negara tersebut.
Pada 1900, hubungan membaik antara Rusia dan Korea membuat tim misionaris kedua pimpinan Arkimandrit Krisantos Shehtkofsky memulai perkabaran di Seoul. Ia bergabung di Korea dengan Hierodeakon Nikolas Alexeiev dari tim aslinya, dan Jonah Leftsenko. Pada 17 Februari 1900, di sebuah kapel serba guna, Liturgi Ilahi Ortodoks pertama diadakan di Semenanjung Korea.