Gereja Bunda Maria adalah sebuah gereja parokiKatolik yang berlokasi di Jalan Dukuh Semar, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan pusat dari Paroki Bunda Maria Cirebon (PBMC), atau disebut juga sebagai Paroki Dukuh Semar, yang menjadi bagian dalam Dekanat Priangan pada Keuskupan Bandung.[1] Gereja ini dinamai menurut Maria, ibu Yesus Kristus. Reksa pastoral di gereja ini dilaksanakan oleh para imam diosesan Keuskupan Bandung.
Sejarah
Paroki Bunda Maria Cirebon lahir sebagai hasil pertumbuhan umat yang pesat di Gereja Santo Yusuf, Yos Sudarso, salah satu paroki Katolik tertua di Jawa Barat. Pada masa itu, wilayah yang kini menjadi Paroki Bunda Maria bukanlah sebuah stasi, melainkan suatu lingkungan yang berada di kawasan Perumnas. Seiring waktu, jumlah umat di lingkungan ini bertambah dengan cepat sehingga Gereja Santo Yusuf tidak lagi mampu menampung seluruh umat dalam perayaan liturgi hari Minggu. Kondisi tersebut membawa suatu gagasan untuk mendirikan sebuah paroki baru di Kota Cirebon.
Pastor Josef Souw Hong Guan, O.S.C., selaku Pastor Paroki Santo Yusuf, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran tersebut. Sebuah panitia pembangunan dibentuk dengan melibatkan berbagai tokoh umat. Upaya pembangunan dimulai secara resmi melalui peletakan batu pertama pada 24 Mei 1990.
Proses pembangunan gereja tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal, terdapat keberatan dan penolakan dari sebagian masyarakat sekitar sehingga pembangunan beberapa kali mengalami hambatan. Namun, dukungan pemerintah daerah, khususnya dari Wali Kota Cirebon Kumaedhi Syafrudin, memungkinkan proses pembangunan tetap berjalan. Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, Gereja Bunda Maria resmi ditetapkan sebagai paroki pada 15 Oktober 1994. Pada hari yang sama berlangsung peresmian gedung gereja yang dilakukan oleh Wali Kota Kumaedhi Syafrudin. Sehari setelahnya, pada 16 Oktober 1994, gereja diberkati oleh Uskup Bandung, Mgr. Alexander Djajasiswaja.[2]
Pada 4 Agustus 2024, Gereja Bunda Maria Cirebon menyelenggarakan misa pasca selesainya renovasi Gereja Bunda Maria Cirebon. Misa tersebut dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. selaku Uskup Bandung. Dalam perayaan Ekaristi tersebut, berlangsung upacara pemberkatan altar, sekaligus pelantikan sejumlah fungsionaris gereja.[3]
Kompleks gereja
Taman Doa Regina Rosari
Tampak luas Taman Doa Regina Rosari.
Taman Doa Regina Rosari (Ratu Rosario) dibangun sebagai tempat doa dan devosi umat Katolik di Cirebon. Taman ini diberkati pada 31 Oktober 2009 oleh Uskup Bandung Johannes Pujasumarta. Di taman doa ini terdapat patung Bunda Maria yang menjadi titik fokus peziarah untuk berdoa Rosario, kontemplasi, atau berdoa secara pribadi. Suasana taman doa ini dikelilingi pepohonan rindang dan area tempat duduk. Taman ini terletak di belakang gereja, sehingga dapat menjadi alternatif bagi umat untuk berdoa di luar ruang gereja, guna mendapatkan suasana yang tenang.[4]
Di sekitar Taman Doa Regina Rosari juga terdapat sebuah ruang adorasi. Ruang Adorasi ini dibuka selama 24 jam. Taman Doa Regina Rosari juga dilengkapi dengan columbarium (rumah abu), untuk menyimpan abu jenazah yang sebelumnya telah dikremasi.
Patung Pieta
Ruang adorasi
Columbarium
Taman Budaya Hati Tersuci
Salib besar di TBHT.
Taman Budaya Hati Tersuci (TBHT) diresmikan dengan nama Taman Sari Budaya pada 13 Desember 2017 oleh Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. Peresmian juga dihadiri oleh Wali Kota CirebonNashrudin Azis. Taman ini dibangun di area belakang kompleks gereja, sebagai pelengkap Taman Doa Regina Rosari yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, Taman Doa Regina Rosari dan Taman Budaya Hati Tersuci saling melengkapi dalam menyediakan ruang rohani dan kontemplatif.
Di area pintu masuk taman terdapat patung Malaikat Mikael yang digambarkan sedang menaklukkan iblis. Di bagian pusat taman, terdapat pula patung salib Yesus berbahan perunggu yang menjadi fokus utama. Patung perunggu ini memiliki bobot yang besar.[5]
Taman ini juga dilengkapi dengan relief kisah sengsara Yesus yang dipresentasikan dalam bentuk Jalan Salib. Relief-relief tersebut ditempatkan mengelilingi jalur peziarahan yang membentuk pola hati. Rangkaian Jalan Salib dimulai dari patung perunggu Salib Yesus, berlanjut ke sisi kiri, memutar mengikuti jalur taman, dan berakhir kembali ke titik awal.
Patung Santo Mikael di pintu masuk TBHT
Rumah Mulia Cirebon
Rumah Mulia Cirebon.
Rumah Mulia Cirebon merupakan fasilitas rumah duka yang berada dalam kompleks Gereja Bunda Maria. Rumah Mulia didirikan guna menyediakan layanan kedukaan dan ruang doa bagi umat yang membutuhkan, termasuk layanan mobil jenazah, pemulasaraan jenazah, persemayaman, doa bersama, serta upacara kenangan. Rumah Mulia tidak terbatas bagi umat Katolik, tetapi terbuka untuk seluruh agama.