Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) Sales Director Indonesia (SDI) Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI)
Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas adalah program pengembangan kompetensi penjualan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada bulan April 2025.[1] Program ini merupakan kolaborasi strategis antara pemerintah dengan praktisi penjualan untuk menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri.[2]
Latar Belakang
Program ini digagas sebagai respons terhadap rendahnya minat siswa pada jurusan pemasaran di SMK serta kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha.[2] Menurut Direktorat SMK Kemendikdasmen, profesi penjualan (sales) memiliki permintaan tinggi di pasar kerja Indonesia, namun banyak lulusan SMK jurusan pemasaran belum memiliki keterampilan profesional yang relevan dengan dinamika bisnis modern.[3]
Direktur SMK Kemendikdasmen menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pemasaran dan mempersiapkan lulusan vokasi yang siap kerja serta siap berwirausaha.[4]
Tujuan Program
Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas memiliki beberapa tujuan utama:[5][6]
Meningkatkan kompetensi penjualan siswa SMK sesuai standar industri
Menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha
Membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan terukur
Mengubah persepsi masyarakat terhadap profesi penjualan
Meningkatkan minat siswa terhadap jurusan pemasaran di SMK
Metode dan Pendekatan
Program ini menggunakan metode I CAN (Innovative, Competitive, Adaptive, Never Give Up) yang dikembangkan melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi penjualan.[1][7] Kurikulum dirancang dengan mengintegrasikan:
Teori penjualan berbasis riset akademik
Praktik langsung dari pelaku industri
Studi kasus perusahaan nyata
Simulasi dan permainan peran (roleplay)
Program magang terstruktur
Implementasi
Kolaborasi Institusional
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara:[1][3]
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah — Dukungan kebijakan, kurikulum, dan fasilitasi
Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) — Jaringan praktisi dan mentor lapangan
Sales Director Indonesia (SDI) — Akses ke perusahaan dan peluang magang
Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) — Peningkatan kapasitas pengajar SMK
Target dan Jangkauan
Peluncuran resmi program dilakukan pada April 2025 dengan target:[4][2]
Fase I: 1.000 siswa dari berbagai SMK di seluruh Indonesia
Jangka Panjang: Model replikasi nasional untuk diterapkan di seluruh provinsi
Output: Tenaga penjualan profesional yang siap kerja dan berwirausaha
Hingga Februari 2026, program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan menjangkau lebih dari 3.000 siswa pemasaran di seluruh Indonesia.[8] Tercatat sebanyak 115 SMK dari berbagai provinsi telah aktif berpartisipasi dalam gerakan ini. Berikut adalah rincian sebaran sekolah peserta per provinsi:
Sebaran SMK Peserta Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas (2026)
No.
Provinsi
Jumlah SMK
1
Aceh
1
2
Bali
1
3
Banten
6
4
D.I. Yogyakarta
1
5
D.K.I. Jakarta
4
6
Gorontalo
2
7
Jambi
2
8
Jawa Barat
19
9
Jawa Tengah
15
10
Jawa Timur
23
11
Kalimantan Barat
2
12
Kalimantan Selatan
2
13
Kalimantan Timur
4
14
Kalimantan Utara
2
15
Kepulauan Bangka Belitung
1
16
Lampung
3
17
Maluku
2
18
NTB
3
19
NTT
1
20
Riau
3
21
Sulawesi Barat
1
22
Sulawesi Selatan
3
23
Sumatera Barat
8
24
Sumatera Selatan
1
25
Sumatera Utara
4
26
Papua
1
Total
115
Perkembangan 2026
Pada 4 Juni 2026, program ini mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru di Hotel Aston Bekasi. Kegiatan tersebut diikuti guru SMK Pemasaran dari 30 provinsi dan disebut sebagai bagian dari pelaksanaan tahun kedua Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas.[9]
Dalam kegiatan tersebut dipaparkan hasil evaluasi tahun pertama berdasarkan data 2.153 siswa, yang terdiri atas 549 peserta program dan 1.604 siswa non-peserta. Laporan tersebut menyebut bahwa 69% peserta program melihat profesi sales sebagai profesi menjanjikan, dibandingkan 43% pada kelompok non-peserta. Selain itu, 50% peserta program menargetkan karier di bidang sales, dibandingkan 29% pada kelompok non-peserta; sedangkan 70% peserta memilih bekerja atau berwirausaha setelah lulus, dibandingkan 52% pada kelompok non-peserta.[10]
Pada Juni 2026, Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) memperluas dukungan terhadap pengembangan Batch 2 program ini dengan menggandeng PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari sebagai mitra industri. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman, pengenalan praktik penjualan modern, pelayanan pelanggan, komunikasi bisnis, dan budaya kerja profesional bagi siswa SMK Pemasaran.[11]
Inisiator dan Penggerak
Program ini digagas oleh Dedy Budiman, M.Pd, seorang pelatih penjualan (sales trainer) dan peneliti doktoral di Universitas Prasetiya Mulya yang fokus pada pengembangan tenaga penjualan di Indonesia.[3] Dedy Budiman juga merupakan pendiri Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), Sales Director Indonesia (SDI), dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI).[1]
Dampak yang Diharapkan
Program ini diharapkan menghasilkan beberapa dampak positif:[5][6]