Kampanye militer Al-Anfal (Harakat al-Anfal/Homleh al-Anfal) (bahasa Kurdi:پڕۆسەی ئەنفالcode: ku is deprecated ) (bahasa Arab:حملة الأنفالcode: ar is deprecated ), juga dikenal dengan nama Genosida Kurdi,[4]Operasi Anfal atau Anfal saja, adalah kampanye genosida[5] terhadap orang-orang Kurdi (dan populasi non-Arab lainnya) di Irak utara. Kampanye militer ini dipimpin oleh Ali Hassan al-Majid dan dilancarkan pada tahap akhir Perang Iran-Irak. Nama kampanye militer ini diambil dari Surahal-Anfal di Qur'an, yang digunakan sebagai kode oleh pemerintah Baath Irak. Selain menyasar orang-orang Kurdi, kampanye ini juga menyerang minoritas lain di Irak, termasuk Asiria, Shabak, Turkmen Irak, Yazidi, dan Mandean.[6]
↑Totten, Samuel. Dictionary of Genocide: A-L. ABC-CLIO, 2008 "Kurdish Genocide in Northern Iraq, (U.S. Response to). Well aware of the genocidal Al-Anfal campaign waged against the Kurds in northern Iraq by Iraqi president Saddam Hussein." p 252