Geger adalah kecamatan di Kabupaten Madiun yang berada tepat di selatan Kota Madiun. Kecamatan Geger dulunya pada zaman Belanda hingga awal kemerdekaan merupakan pusat dari Kawedanan Uteran yaitu wilayah pembantu Bupati dengan cakupan Madiun selatan yang terdiri dari Kecamatan Geger, Dolopo, Kebonsari, dan Dagangan.[1] Bekas bangunan dari masa itu masih bertahan hingga sekarang seperti kantor kecamatan, Masjid Besar Istiqomah, dan Pabrik Gula (PG) Pagotan.[2] PG Pagotan adalah pabrik gula besar yang berdiri pada zaman Belanda pada tahun 1884. PG Pagotan adalah satu-satunya pabrik gula kolonial yang masih bertahan di Kabupaten Madiun setelah PG Kanigoro di Wungu tutup tahun 2017.[3]
Geger dilalui jalan strategis yang menghubungkan Kota Madiun dengan Dolopo dan Kabupaten Ponorogo. Di tepi jalan tersebut terdapat pusat ekonomi kecamatan sekaligus salah satu pusat keramaian di Madiun selatan yaitu Pasar Pagotan dan sekitarnya yang berada di sekitar PG Pagotan. Pasar tersebut juga terkenal sebagai sentra durian musiman yang disuplai dari kawasan lereng Gunung Wilis.[4] Selain Pasar Pagotan, juga terdapat Pasar Kaibon di Desa Kaibon yang berada di perbatasan Kota Madiun.
Geografi
Lokasi Geger
Geger adalah kecamatan yang berada di dataran rendah dengan geografi yang didominasi lahan persawahan. Wilayah Geger memanjang dari utara ke selatan. Bagian utara seperti Desa Kaibon dan Kranggan berbatasan langsung dengan Kota Madiun dan dipisahkan oleh Kali Catur. Sedangkan desa paling selatan yang berbatasan dengan Dolopo antara lain Desa Geger dan Slambur. Sebagian kecil Geger di sebelah barat laut berbatasan dengan Kabupaten Magetan tetapi terpisah oleh Kali Madiun.[5]
Kecamatan Geger terdiri dari 19 desa sehingga menjadi kecamatan dengan desa terbanyak di Kabupaten Madiun. Desa-desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[5]