Kondisi bangunan asli sebagaian besar sudah rusak dan hanya menyisakan tembok di bagian depan rumah. Gedung Marabunta merupakan gedung satu lantai dan memiliki atap yang menyerupai kubah pada bagian terasnya. Pintu masuknya ada tiga dengan ukuran yang panjang dan tinggi. Di sisi kanan dan kiri dari masing-masing pintu ada jendela berukuran besar.[butuh rujukan]
Nama lain dari Gedung Marabunta adalah Schouwburg et Hedele. Lokasi baru gedung ini berada di bagian timur Kota Lama Semarang. Jaraknya sekitar 20 m dari gedung lama yang telah rusak.[2]
Keunikan
Di atap Gedung Marabunta ada dua patung semut berukuran raksasa. Patung semut ini meniru bentuk semut marabunta yang dikenal sebagai salah satu semut karnivor yang hidup di kawasan benua Afrika. Selain itu, di dalam Gedung Marabunta terdapat dinding dan jendela yang bergambar Putri Matahari. Ia adalah penari yang sering tampil di dalam Gedung Marabunta pada masa pakainya sebagai teater.[3]
↑Chawari, dkk. (2019). Wajah Kota Lama Semarang(PDF). Yogyakarta: Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta. hlm.69–70. ISBN978-623-91488-2-9. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-14. Diakses tanggal 2021-07-14.
↑Wonderland Family (2019). Ensiklopedia Cagar Budaya Indonesia(PDF). Bandung: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya. hlm.21. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-12. Diakses tanggal 2021-07-14.