Kecamatan Gedong Tataan berbatasan dengan Kecamatan Negeri Katon di sebelah Utara, Kecamatan Gading Rejo di sebelah Barat, Kota Bandar Lampung di sebelah Timur, dan kecamatan Way Lima di sebelah Selatan.
Nama Gedung Tataan berasal dari bangunan atau gedung yang tertata yang dahulu dikuasai Belanda dan kemudian berhasil direbut tentara RI. Sekarang gedung tersebut telah menjadi markas dan barak infantri TNI Kompi Senapan A, Yonif 143/Twej Korem 043/ Garuda Hitam, di bawah naungan Komando Daerah Militer-XXI Radin Inten.
Seluruh desa di Kecamatan Gedong Tataan menggunakan kode pos 35366.
Penduduk
Wilayah Kecamatan Gedong Tataan menjadi salah satu wilayah tujuan transmigrasi sejak masa Hindia Belanda. Periode pengiriman transmigran ke wilayah Kecamatan Gedong Tataan sebanyak 3 kali dan berlangsung sejak tahun 1905 hingga tahun 1941. Ketiga periodo transmigrasinya yaitu periode tahun 1905–1921, periode tahun 1922–1923, dan periode tahun 1932–1941. Penduduk yang menjadi transmigran di wilayah Kecamatan Gedong Tataan didatangkan dari Pulau Jawa. Pada periode transmigrasi tahun 1905–1921 dan tahun 1922–1923, transmigran di wilayah Kecamatan Gedong Tataan berasal dari penduduk di wilayah Jawa Tengah. Sedangkan periode transmigrasi tahun 1932–1941, transmigran di wilayah Kecamatan Gedong Tataan berasal dari penduduk di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lainnya di Pulau Jawa.[3]
Museum
Di Kecamatan Gedong Tataan terdapat sebuah museum bernama Museum Nasional Ketransmigrasian.[4] Museum ini merupakan museum transmigrasi pertama dan satu-satunya di dunia.[5]
Referensi
↑"Badan Pusat Statistik". pesawarankab.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-02. Diakses tanggal 2023-04-29.
↑Riswati, Lilis Ina (2015). Puspitosari, Retno (ed.). Sejarah Transmigrasi di Jawa Tengah(PDF). Semarang: Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. hlm.13–14. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)