Sebelum menjadi penguasa Ilkhanat, ia menjabat sebagai Gubernur AnatoliaSeljuk, dan kemudian ia diangkat menjadi penguasa oleh panglima Mongol, Ta'achar, yang telah membunuh saudara Gaykhatu yang lumpuh, Arghun.
Pada tahun 1294, Gaykhatu ingin mengisi kembali kasnya yang kosong akibat wabah pes yang menimpa hewan ternak di negerinya. Wazirnya yang bernama Ahmed al-Khalidi mengusulkan agar Ilkhanat menggunakan uang kertas seperti di Tiongkok. Gaykhatu setuju dan memanggil duta besar Kublai Khan di Tabriz, Bolad. Setelah mempelajari cara kerja uang kertas, ia memerintahkan pencetakkan uang kertas dalam jumlah besar. Namun, rakyatnya menolak menerima uang kertas ini. Tak lama kemudian, kegiatan ekonomi terhenti, dan sejarawan Persia Rashid ud-din pernah menyebutkan soal "kehancuran Basra yang diakibatkan oleh pengeluaran uang baru".[2] Gaykhatu pun terpaksa membatalkan kebijakan ini.
Ia tewas dibunuh tak lama kemudian.[3] Ia digantikan oleh sepupunya, Baydu, yang juga merupakan penguasa boneka yang diangkat oleh Ta'achar, tetapi masa kekuasaan Baydu hanya berselang beberapa bulan.