Gayam adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Gayam merupakan kecamatan termuda di Bojonegoro yang dimekarkan pada tahun 2011. Wilayah Gayam mencakup 6 desa dari Kecamatan Ngasem dan 6 desa dari Kecamatan Kalitidu.[1] Kecamatan ini dilintasi jalan nasional yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan Bojonegoro bagian barat seperti Padangan.[2] Gayam dikenal sebagai lokasi Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu yang merupakan salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia. Lapangan ini sekarang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang merupakan anak perusahaan migas raksasa dari Amerika Serikat yaitu ExxonMobil.[3][4]
Geografi
Peta kecamatan di Bojonegoro
Gayam adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro bagian barat. Gayam memiliki geografi berupa dataran rendah dengan lahan yang didominasi areal persawahan dan dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo di sebelah utara. Sedangkan perbatasan Gayam dengan Purwosari di barat dipisahkan oleh Sungai Gandong.
Batas wilayah Kecamatan Gayam adalah sebagai berikut:[5]
Pada zaman dahulu, Sungai Bengawan Solo yang melintasi Gayam bagian utara diperkirakan pernah menjadi perlintasan angkutan air yang ramai. Salah satu bukti sejarahnya adalah perahu besi di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Perahu besi tersebut memiliki panjang sekitar 24 meter dan lebar lambung kapal sekitar 4 meter. Perahu ini ditemukan oleh warga setempat, dan kemudian diangkat pada tahun 2013. Sekarang perahu ini diletakkan di dekat punden Mbah Pung dan menjadi obyek wisata rintisan. Perahu besi Ngraho dibuat dengan menggunakan teknik keling, yaitu dengan menyambung lembaran-lembaran besi dengan paku keling.[6]
Penemuan minyak bumi di wilayah Gayam berkaitan dengan penambangan yang telah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda di Cepu, Kabupaten Blora sehingga kawasan ini sampai sekarang dinamakan Blok Cepu. Salah satu bagian dari Blok Cepu adalah Lapangan Banyuurip yang ditemukan pada tahun 2001. Sejak penemuannya, lapangan ini dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang merupakan anak perusahaan migas raksasa dari Amerika Serikat yaitu ExxonMobil. Kontrak kerjasama ditandatangani pada tahun 2005 dan produksi dimulai pada tahun 2008.[7]
Kecamatan Gayam dimekarkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro Nomor 22 Tahun 2011 dan menjadi kecamatan termuda di kabupaten ini. Gayam mencakup 6 desa dari Kecamatan Ngasem dan 6 desa dari Kecamatan Kalitidu sehingga total terdiri dari 12 desa. 6 desa dari Kecamatan Ngasem terdiri dari Desa Gayam, Mojodelik, Ringintunggal, Begadon, Brabowan, dan Bonorejo. Sedangkan desa dari Kecamatan Kalitidu terdiri dari Desa Katur, Cengungklung, Manukan, Sudu, Ngraho, dan Beged.[8]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Gayam terdiri dari 12 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[9]