Ratu Victoria dan Pangeran Albert sekembalinya dari upacara pernikahan di Istana St James, London, 10 Februari 1840. Diukir oleh S Reynolds setelah F Lock.
Ratu Victoria dari Britania Raya menikah dengan Pangeran Albert dari Saxe-Coburg dan Gotha pada 10 Februari 1840. Ia memilih untuk mengenakan gaun pengantin putih yang terbuat dari satin sutra tebal, menjadikannya salah satu wanita pertama yang mengenakan pakaian putih untuk pernikahan mereka.[1][2]Renda Honiton yang digunakan untuk gaun pengantinnya terbukti memberikan dorongan penting dalam pembuatan renda Devon.[3][4] Ratu Victoria berjasa memulai tradisi pernikahan berwarna putih dan gaun pengantin berwarna putih,[5][6] meskipun ia bukanlah anggota kerajaan pertama yang menikah dengan pakaian berwarna putih.[7]
Referensi
↑Otnes, Cele and Pleck, Elizabeth (2003). Cinderella Dreams: The Allure of the Lavish Wedding, p.31. University of California Press ISBN978-0-520-24008-7
↑Panton, Kenneth J. (2011). Historical dictionary of the British monarchy. Lanham, Md.: Scarecrow Press. hlm.371. ISBN978-0810874978. When the couple married at Lund, in Sweden, on 26 October 1406, Philippa (sometimes known as Philippa of England) became the first daughter of an English sovereign to wear a white outfit at her wedding.