Gamelan Wayah dikenal juga sebagai gamelan tua, adalah sejenis gamelan Bali yang diperkirakan sudah ada sebelum abad 15 Masehi.[1] Gamelan ini didominasi permainan alat-alat berbentuk bilahan, seperti gambang, caruk, genggong, selonding, gong luwang, gong bheri, gender wayang, angklung, bebonangan, dan balaganjur.[2] Kendang belum ada dalam ansambel gamelan wayah.
Sejarah
Gamelan wayah, yang dalam bahasa Bali berarti tua, lama, merupakan salah satu bentuk paling awal dari gamelan Bali. Gamelan wayah diperkirakan telah ada sebelum abad ke-15 Masehi[3]. Faktor utama yang mendukung keberadaan gamelan di bali adalah kegiatan ritual, khususnya upacara keagamaan dan ritual adat Hindu Bali yang membutuhkan gamelan untuk memberi suasana religius.[4]
Salah satu jenis gamelan wayah yang paling dikenal adalah gamelan gambang. Menurut catatan sejarah, gamelan ini terkait dengan konflik internal Kerajaan Gelgel pada abad ke-15 hingga ke-17.[5] Gusti Ngurah Klanting menentang pengangkatan kakaknya sebagai raja, sehingga ayahnya, Dalem Waturenggong (1460–1550) memberikan syarat berat agar Gusti Ngurah Klanting dapat menuntut haknya dengan mencari lontar milik wong gamang (orang halus). Gusti Ngurah Klanting berhasil memenuhi permintaan tersebut, dan kerajaan pun terbagi menjadi dua.
Sebelum dinobatkan menjadi raja, Gusti Ngurah Klanting diminta membuat satu set gamelan berdasarkan gending-gending dari lontar wong gamang tersebut. Dari sinilah tercipta gamelan gambang, yang kemudian digunakan sebagai sarana dalam upacara ngaben. Istilah “gambang” terkait dengan Kerajaan Gelgel juga tercatat dalam Prasasti Purana Tatwa Pura Kalaci.[6] Gamelan Gambang ini kemudian difungsikan dalam upacara ngaben (upacara kremasi), yang menegaskan peran ritual Wayah dalam tradisi keagamaan Bali.
Instrumen dan Karakteristik
Karakter utama ansambel gamelan wayah masih sederhana. Secara fisik, perangkat-perangkat gamelan pada gamelan tua berukuran kecil. Sementara secara musikal didominasi permainan alat-alat berbentuk bilahan[7]. Bunyi gamelan bali memiliki ciri khas meledak-ledak dengan ritme cepat. Hal ini karena bentuk perangkat wilahnya yang lebih tebal. [8]
Beberapa jenis gamelan yang temasuk dalam gamelan wayah, antara lain: