Galaksi ultra-difus (ultra diffuse galaxy, UDG), atau galaksi gelap, adalah galaksi dengan luminositas sangat rendah. Contoh pertama objek ini ditemukan pada 1984 di Gugus Virgo oleh Allan Sandage dan Bruno Binggeli.[1] Objek dengan ciri serupa sebenarnya telah diamati selama beberapa dekade, namun istilah ultra diffuse galaxy digunakan secara luas sejak 2015. Rendahnya luminositas UDG disebabkan oleh minimnya gas pembentuk bintang, sehingga galaksi-galaksi ini umumnya berisi populasi bintang yang berusia sangat tua.[2][3] UDG lebih banyak ditemukan di gugus galaksi besar, seperti Gugus Coma, dibandingkan dengan kelompok galaksi yang lebih kecil.[4] UDG memiliki ukuran sebanding dengan Bima Sakti, tetapi massanya lebih mendekati massa galaksi katai.[5] Asal-usul UDG masih menjadi perdebatan, objek ini diperkirakan dapat terbentuk dari galaksi-galaksi awal atau melalui pengaruh gaya pasang surut lingkungan sekitarnya.[6] Temuan yang dikonfirmasi pada 2018 menunjukkan bahwa UDG mencakup dua ekstrem kandungan materi gelap. Sebagian UDG hampir seluruh massanya terdiri atas materi gelap, dengan ukuran dan total massa menyerupai Bima Sakti tetapi hanya sekitar 1% jumlah bintang terlihat.[7] Sebaliknya, ada pula UDG yang tampak hampir tidak memiliki materi gelap sama sekali.[8]
Contoh
Beberapa galaksi ultra-difus yang ditemukan di Gugus Coma, sekitar 330 juta tahun cahaya dari Bumi, memiliki diameter sekitar 60 tahun cahaya (kilolight-year) dengan sekitar 1% jumlah bintang Bima Sakti.[9] Distribusi UDG di dalam gugus ini mirip dengan galaksi-galaksi terang, menunjukkan bahwa lingkungan gugus berperan dalam melucuti gas dari galaksi tersebut namun tetap memungkinkan mereka menempati wilayah yang sama dengan galaksi lebih terang. Kemiripan distribusi di zona dengan gaya pasang surut tinggi mengindikasikan fraksi materi gelap yang besar untuk mempertahankan struktur galaksi di bawah tekanan gravitasi yang lebih kuat.[2]
Dragonfly 44 merupakan salah satu UDG di Gugus Coma.[3] Objek ini ditemukan melalui survei menggunakan Dragonfly Telephoto Array, yang dirancang untuk mendeteksi objek dengan kecerlangan permukaan sangat rendah.[10] Kecepatan rotasinya pernah diinterpretasikan menunjukkan massa sekitar satu triliun massa Matahari, serupa dengan massa Bima Sakti, dan konsisten dengan pengamatan sekitar 90 gugus bola di sekelilingnya. Namun, Dragonfly 44 hanya memancarkan sekitar 1% cahaya Bima Sakti.[11] Pada tahun 2016 kajian awal menunjukkan bahwa Dragonfly 44 mungkin didominasi oleh materi gelap.[12][13] Observasi lanjutan kemudian memberikan estimasi massa sekitar 160 miliar massa Matahari, jauh lebih rendah dari perkiraan awal dan satu orde lebih kecil dibandingkan massa Bima Sakti.[14] Dragonfly 44 juga merupakan salah satu UDG dengan kandungan logam terendah yang diketahui, dengan populasi bintang di bagian dalam galaksi menyerupai gugus bola minim logam di Bima Sakti dan M87.[15] Penelitian terbaru menemukan sekitar 20 gugus bola di sekitar galaksi tersebut, sejalan dengan pengukuran massanya yang diperbarui.[16][17] Ketiadaan emisi sinar-X dari galaksi dan lingkungannya turut mendukung bahwa jumlah gugus bola tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya.[18]
↑Pozo, Alvaro; Broadhurst, Tom; de Martino, Ivan; Luu, Hoang Nhan; Smoot, George F; Lim, Jeremy; Neyrinck, Mark (2021-05-04). "Wave dark matter and ultra-diffuse galaxies". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (dalam bahasa Inggris). 504 (2): 2868–2876. doi:10.1093/mnras/stab855. ISSN0035-8711.Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
↑van Dokkum, Pieter; Wasserman, Asher; Danieli, Shany; Abraham, Roberto; Brodie, Jean; Conroy, Charlie; Forbes, Duncan A.; Martin, Christopher; Matuszewski, Matt (2019-07-30). "Spatially Resolved Stellar Kinematics of the Ultra-diffuse Galaxy Dragonfly 44. I. Observations, Kinematics, and Cold Dark Matter Halo Fits". The Astrophysical Journal. 880 (2): 91. doi:10.3847/1538-4357/ab2914. ISSN0004-637X. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
↑Villaume, Alexa; Romanowsky, Aaron J.; Brodie, Jean; van Dokkum, Pieter; Conroy, Charlie; Forbes, Duncan A.; Danieli, Shany; Martin, Christopher; Matuszewski, Matt (2022-01-01). "Spatially Resolved Stellar Spectroscopy of the Ultra-diffuse Galaxy Dragonfly 44. III. Evidence for an Unexpected Star Formation History under Conventional Galaxy Evolution Processes". The Astrophysical Journal. 924 (1): 32. doi:10.3847/1538-4357/ac341e. ISSN0004-637X. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
↑Bogdán, Ákos (2020-09-28). "The Archetypal Ultra-diffuse Galaxy, Dragonfly 44, Is not a Dark Milky Way". The Astrophysical Journal Letters. 901 (2): L30. doi:10.3847/2041-8213/abb886. ISSN2041-8205. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)