Gadis Minimarket (Jepang: コンビニ人間code: ja is deprecated , Hepburn: Konbini Ningen) adalah sebuah novel karangan Sayaka Murata. Menceritakan suasana toko kelontong yang erat dengan kehidupan sehari-hari di Jepang. Berhasil memenangkan Penghargaan Akutagawa pada tahun 2016.[1] Selain menjadi penulis, Murata juga bekerja di minimarket tiga kali seminggu, dan karyanya ini berdasarkan pengalaman bekerjanya. Pertama kali diterbitkan di majalah Bungakukai edisi Juni 2016[2] dan jadikan novel pada Juli 2016.
Keiko Furukura adalah seorang wanita berumur 36 tahun yang bekerja paruh waktu di sebuah minimarket, atau konbini dalam bahasa Jepang, selama 18 tahun. Sejak kecil, Keiko mengetahui bahwa dia dianggap "berbeda" karena pandangan dan perlakuannya sulit dipahami dan menyusahkan orang lain, sehingga selalu menyebabkan masalah.
Di minimarket yang penuh akan aturan, di mana setiap tindakan ditentukan oleh pedoman perusahaan, memungkinkan Keiko untuk mempertahankan identitas yang dapat diterima disekitarnya dan memiliki kesadaran akan suatu tujuan. Dia mencontohkan perilaku, cara berpakaian, bahkan pola bicaranya dari rekan-rekan kerjanya. Keiko juga menjaga pertemanan dan hubungannya dengan adik perempuannya, tetapi merasa sangat sulit untuk menjelaskan kepadanya mengapa, setelah 18 tahun, dia masih saja lajang dan bekerja paruh waktu di suatu minimarket.
Keiko bertemu dengan Shiraha, seorang lelaki yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan hidup sebagai masyarakat pinggiran karena tidak menyesuaikan diri dengan apa yang diinginkan masyarakat. Walau tidak saling menyukai satu sama lain, Shiraha akhirnya pindah ke kediaman Keiko. Mereka memutuskan untuk berpura-pura menjadi sepasang kekasih agar dapat terhindar dari masalah dengan keluarga dan masyarakat yang mengharapkan mereka memiliki hubungan romantis, anak, dan pekerjaan tetap.
Sebagai bagian dari rencana mereka tersebut, Keiko akhirnya berhenti dari pekerjaan paruh waktunya di minimarket, walaupun dia tiba-tiba merasa bahwa kehidupannya seperti sudah kehilangan arah. Dia hanya berdiam diri di kamarnya dan baru keluar untuk melamar pekerjaan tetap setelah didesak oleh Shiraha.
Di tengah perjalanan menuju tempat wawancara kerja pertama, Keiko dan Shiraha berhenti di suatu minimarket. Keiko memperhatikan minimarket tersebut tidak terurus secara baik dan tiba-tiba mulai menyusun pernak-pernik yang berantakan dan membantu karyawan yang bekerja. Ketika Shiraha mendekati dan memperingatinya, Keiko menjelaskan bahwa tujuan hidupnya adalah menjadi karyawan minimarket, walaupun dia tahu bahwa akan lebih mudah dan nyaman baginya untuk menjalani kehidupan yang "normal" bersama dengan Shiraha. Keiko kemudian menjauhi Shiraha yang murka, lalu membatalkan wawancara kerjanya, dan memutuskan untuk mencari minimarket baru untuk bekerja disana.
Latar belakang
Murata sendiri bekerja paruh waktu di suatu minimarket.[7] Dikutip dari The New York Times, Murata menjelaskan bahwa dia "ingin menggambarkan betapa anehnya orang-orang yang menganggap diri mereka ini biasa saja atau normal" dan menganggumi karakter Keiko yang memilih dan tidak masalah untuk tidak melakukan hubungan seksual sama sekali. Murata juga menyatakan bahwa dia ingin menulis dari sudut pandang "seseorang yang menentang pemikiran konventional, terutama di masyarakat yang konformis".[4]
Penerimaan
Joyce Lau dari South China Morning Post memberikan novel Gadis Minimarket nilai empat dari lima dan menyebutnya sebagai "komentar tajam tentang tekanan yang diberikan masyarakat terhadap warganya, terutama wanita lajang".[7]Julie Myerson dari The Guardian memberikan ulasan yang cenderung positif dan menyebut novelnya "sangat aneh" dan memuji "prosa yang sangat membosankan dan narator yang sangat menyenangkan" dari novelnya.[8]
Novel ini memenangkan Penghargaan Akutagawa yang bergengsi,[1] dan Murata sendiri dinamai sebagai salah satu Wanita Tahun Ini pada majalah Vogue Japan.[9]
Adaptasi radio
Novel Gadis Minimarket diadaptasi menjadi drama radio pada acara FM Theater[ja] di siaran radio NHK-FM dan disiarkan dari jam 22:00 hingga 22:50 pada 30 November 2019. Aktris Chiaki Kuriyama menyuarakan sang protagonis Keiko Furukura.[10]
↑"In Praise of Sayaka Murata". Literary Hub (dalam bahasa American English). 2017-11-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-29. Diakses tanggal 2023-01-18.