Misi Future of Life Institute (FLI) adalah mengarahkan pengembangan teknologi transformatif agar memberikan manfaat bagi kehidupan sekaligus mengurangi risiko berskala besar.[1] Filosofi organisasi ini menekankan potensi risiko bagi umat manusia yang mungkin timbul dari pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI) setara manusia atau kecerdasan super (superintelligent), serta mencakup upaya untuk memitigasi risiko yang berkaitan dengan bioteknologi, senjata nuklir, dan perubahan iklim.[5]
Kegiatan
Advokasi
Pada Oktober 2023 pemimpin mayoritas Senat Amerika Serikat, mengundang FLI untuk menyampaikan perspektifnya mengenai regulasi kecerdasan buatan kepada sejumlah senator.[6] Di Eropa, FLI mengadvokasi agar sistem kecerdasan buatan umum, termasuk GPT-4, dimasukkan dalam Undang-Undang Kecerdasan Buatan Uni Eropa.[7] Dalam kebijakan militer, FLI memfasilitasi dukungan komunitas ilmiah terhadap Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir dan mendukung perjanjian mengenai senjata otonom di Perserikatan Bangsa-Bangsa serta forum internasional lain.[8][9]
Hibah penelitian
Program hibah penelitian FLI dimulai pada 2015 dengan donasi awal sebesar 10 juta dolar AS dari Elon Musk.[10][11][12] Pada putaran awal, total 7 juta dolar AS diberikan kepada 37 proyek penelitian.[13] Pada Juli 2021, FLI mengumumkan program hibah baru senilai 25 juta dolar AS yang didanai oleh programmer Rusia-Kanada, Vitalik Buterin. Program ini mendukung penelitian yang berfokus pada mitigasi risiko dari teknologi transformatif dan kecerdasan buatan.[14]
Konferensi
Sejak 2014, FLI menyelenggarakan konferensi untuk mempertemukan peneliti kecerdasan buatan dari akademia dan industri. Acara pembukaan di Institut Teknologi Massachusetts berupa diskusi panel “The Future of Technology: Benefits and Risks” yang menghadirkan ilmuwan biologi sintetik George Church, ahli genetika Ting Wu, ekonom Andrew McAfee, fisikawan dan pemenang Nobel Frank Wilczek, serta Jaan Tallinn.[15][16][17][18] Sejak 2015, FLI mengadakan konferensi dua tahunan, termasuk konferensi “The Future of AI: Opportunities and Challenges” di Puerto Riko (2015),[19][20] konferensi Beneficial AI di Asilomar, California (2017) yang menghasilkan prinsip-prinsip pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab,[21][22][23] serta konferensi Beneficial AGI di Puerto Riko (2019) yang berfokus pada pertanyaan jangka panjang untuk memastikan kecerdasan umum buatan memberikan manfaat bagi umat manusia.[24][25]
Referensi
12"Our mission". Future of Life Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.