Era penerbit dan ekspansi (2004–2013)
Periode ini ditandai dengan kolaborasi Frontier bersama sejumlah penerbit besar. Pada 2004, studio merilis RollerCoaster Tycoon 3 yang dikembangkan untuk Atari, sebuah permainan simulasi taman hiburan yang mendapat sambutan komersial yang kuat dan memperkuat reputasi Frontier dalam genre simulasi manajemen.[4]
Frontier kemudian mengembangkan seri Thrillville (2006–2007) untuk LucasArts, LostWinds (2008) untuk WiiWare Nintendo, serta Kinectimals (2010) dan Kinect Disneyland Adventures (2011) untuk Microsoft. Pada periode ini pula, antara 2005 dan 2011, Frontier menggarap The Outsider, sebuah permainan aksi-petualangan ambisius yang akhirnya dibatalkan setelah penerbitnya, Codemasters, menghentikan dukungan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja hampir 30 karyawan.[5]
Pada 2012, Frontier meluncurkan kampanye Kickstarter yang sukses untuk Elite: Dangerous, mengumpulkan dana yang cukup untuk mengembangkan sekuel dari seri Elite. Pada tahun yang sama, studio membuka kantor di Halifax, Nova Scotia, Kanada — yang kemudian ditutup pada Januari 2015. Pada Juli 2013, Frontier Developments dicatatkan secara publik di bursa saham AIM London.[6]
Era penerbitan mandiri (2014–sekarang)
Setelah rilis Elite: Dangerous pada Desember 2014, Frontier mengumumkan kebijakan untuk menerbitkan semua permainan masa depannya secara mandiri, tanpa bergantung pada penerbit pihak ketiga.[7] Langkah ini dimulai dengan Planet Coaster (2016), permainan simulasi manajemen taman hiburan yang mendapat sambutan kritis dan komersial yang sangat positif.
Pada Februari 2017, Frontier mengumumkan telah memperoleh lisensi dari Universal Pictures untuk mengembangkan permainan bertema waralaba film besar, yang kemudian terungkap sebagai Jurassic World Evolution — dirilis pada 12 Juni 2018 bersamaan dengan peluncuran film Jurassic World: Fallen Kingdom.[8]
Pada Juli 2017, perusahaan investasi asal Tiongkok Tencent mengakuisisi saham sebesar 9% di Frontier Developments senilai £17,7 juta.[9]
Pada 2019, Frontier mendirikan label penerbitan pihak ketiga bernama Frontier Publishing (kemudian diganti nama menjadi Frontier Foundry pada 2020), yang menerbitkan sejumlah permainan dari studio lain seperti Lemnis Gate, Stranded: Alien Dawn, FAR: Changing Tides, Deliver Us Mars, The Great War: Western Front, dan Warhammer 40,000: Chaos Gate – Daemonhunters. Namun pada Juni 2023, Frontier mengumumkan penghentian seluruh aktivitas penerbitan pihak ketiga akibat kinerja finansial yang mengecewakan.[10]
Pada Agustus 2022, David Braben mengundurkan diri dari jabatan CEO dan beralih ke peran baru sebagai Presiden & Pendiri. Posisi CEO kemudian diambil alih oleh Jonny Watts, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Creative Officer selama satu dekade.[11] Pada November 2022, Frontier mengakuisisi studio Kanada Complex Games, pengembang Warhammer 40,000: Chaos Gate – Daemonhunters.[12]
Pada Oktober 2023, Frontier mengumumkan pemutusan hubungan kerja sejumlah karyawan dalam tinjauan organisasi internal, menyusul performa komersial yang mengecewakan dari Warhammer Age of Sigmar: Realms of Ruin (2023) yang menyebabkan harga saham perusahaan anjlok 20%.[13]