Fred C. Allison (4 Juni 1882–2 Agustus 1974) adalah seorang fisikawan asal Amerika Serikat.[1][2]
Ia mengembangkan metode spektroskopi magneto-optik[3][4] yang kemudian dikenal sebagai metode magneto-optik Allison. Ia sempat mengklaim telah menemukan dua elemen baru (yang kemudian terbukti keliru) menggunakan metode ini.[5] Ia mengajar di Departemen Fisika Universitas Auburn selama lebih dari tiga puluh tahun.[1]
Penemuan alabamina dan virginium
Dari karya Henry Moseley pada tahun 1914, diketahui bahwa beberapa elemen belum ditemukan. Sifat kimia mereka dapat dideduksi dari tempat-tempat kosong dalam tabel periodik Dmitri Mendeleev. Beberapa ilmuwan mengklaim telah menemukan elemen-elemen yang hilang tersebut.[6]
Selama Allison bekerja di Institut Politeknik Alabama (yang kemudian menjadi Universitas Auburn), mulai tahun 1930, ia mengembangkan metode yang ia yakini dapat mengukur ketergantungan waktu dari Efek Faraday.[5] Allison secara keliru mengklaim bahwa ia telah menemukan dua elemen yang hilang dengan spektroskopi magneto-optiknya. Ia mengklaim telah menemukan elemen 87, yang sekarang disebut fransium, dalam pollucite dan lepidolite.[7][8] Ia juga mengklaim telah menemukan elemen 85, yang sekarang disebut astatin, dalam pasir monasit, sebuah mineral yang kaya akan logam tanah jarang dan torium.[9]
Ia menamai kedua elemen tersebut berdasarkan nama negara bagian di Amerika Serikat, yaitu Virginia dan Alabama, menjadi virginium dan alabamina. Wendell Mitchell Latimer juga sempat mengklaim telah menemukan tritium pada tahun 1933 menggunakan metode yang sama.[10]
Setelah beberapa tahun dan berbagai upaya untuk memverifikasi klaim Allison, metode spektroskopi magneto-optik tersebut ditemukan tidak cocok untuk deteksi elemen baru.[11] Efek magneto-optik Allison, atau cukup disebut sebagai efek Allison, dibahas oleh Irving Langmuir dalam kuliahnya yang terkenal pada tahun 1953 mengenai sains patologis.[12]
Kehidupan
Allison lahir di Glade Spring, Virginia pada 4 Juli 1882 dan memperoleh gelar dari Emory and Henry College di Emory, Virginia pada tahun 1904. Setelah mengajar di perguruan tinggi yang sama, ia memutuskan untuk melanjutkan studi ke Universitas Johns Hopkins di Baltimore untuk mendapatkan gelar di bidang fisika. Setelah beberapa tahun di sana (mengajar di Emory and Henry dan mengerjakan gelar Ph.D. pada tahun-tahun bergantian), ia pindah ke Universitas Virginia dan menerima gelar Ph.D. dalam bidang fisika pada tahun 1920 saat bekerja dengan Jesse Beams.
Pada tahun 1922, Allison diundang untuk membentuk departemen fisika di Institut Politeknik Alabama, yang kemudian menjadi Universitas Auburn. Sebagai Dekan program pascasarjana, ia membantu mendirikan program Ph.D. pertama di universitas tersebut. Ia mengabdi di Institut Politeknik tersebut selama 31 tahun hingga pensiun wajib. Ia kemudian kembali ke Emory and Henry College sebagai ketua divisi sains selama tiga tahun. Setelah itu, ia mengajar fisika di Huntingdon College dari tahun 1956 hingga 1968. Setelah posisi dosen terakhir ini, ia kembali ke Universitas Auburn pada tahun 1969 dan melanjutkan pekerjaan laboratoriumnya hingga satu bulan sebelum kematiannya pada 2 Agustus 1974.
Pada tahun 1960-an, Universitas Auburn membangun Gedung Laboratorium Allison,[1] yang menampung departemen fisika universitas hingga Mei 2019, ketika departemen tersebut dipindahkan ke Pusat Sains Leach yang baru diperluas.[13] Pada awal tahun 2019,[14] Dewan Pengawas Universitas Auburn memutuskan untuk merobohkan Gedung Laboratorium Allison dan Parker Hall (markas departemen matematika) untuk memberi ruang bagi pembangunan kompleks akademik dan laboratorium (ACLC) serta ruang makan kampus yang baru.[15] Gedung Laboratorium Allison sepenuhnya dirobohkan pada awal tahun 2021.
↑Allison, Fred; Murphy, Edgar J. (1930). "A Magneto-optic Method of Chemical Analysis". Journal of the American Chemical Society. 52 (10): 3796. doi:10.1021/ja01373a005.
↑Allison, Fred (1932). "Magneto-optic method of analysis as a new research tool". Industrial & Engineering Chemistry Analytical Edition. 4: 9–12. doi:10.1021/ac50077a005.
↑Kauffman, George B.; Adloff, Jean-Pierre (2008). "Fred Allison's Magneto-Optic Search for Elements 85 and 87". The Chemical Educator. 13 (6): 358–364. doi:10.1333/s00897082174a (tidak aktif 12 Juli 2025). Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link)
↑Allison, Fred; Bishop, Edna R.; Sommer, Anna L.; Christensen, J. H. (1932). "Further Research on Element 87". Journal of the American Chemical Society. 54 (2): 613. doi:10.1021/ja01341a025.
↑Allison, Fred; Bishop, Edna R.; Sommer, Anna L. (1932). "Concentrations, Acids and Lithium Salts of Element 85". Journal of the American Chemical Society. 54 (2): 616. doi:10.1021/ja01341a026.