Mgr. Fransiskus Xaverius Rocharjanta Prajasuta, M.S.F. (3 November 1931–28 Juli 2015) adalah UskupBanjarmasin sejak terpilih pada 1983 dan mengundurkan diri pada tahun 2008.
Latar belakang
Prajasuta dilahirkan sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga priyayi.[3]
Karya
Setelah menyelesaikan pendidikan seminari menengah tahun 1953, Prajasuta melanjutkan studi di Belanda. Ia kemudian mengucapkan kaul perdana sebagai seorang frater MSF pada tanggal 8 September 1954.[4]
Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 19 Desember 1959 di Roma. Setelah ditahbiskan, ia kembali melanjutkan studi di Roma hingga tahun 1962.[5]
Setelah kembali ke Indonesia, sejak tahun 1962 ia berkarya di Purwadadi, Jawa Tengah, hingga pada tahun 1964 ia pindah ke Surakarta, dan tahun 1966 ia berkarya di Seminari Tinggi Yogyakarta.[6]
Selama kepemimpinannya, Mgr. Prajasuta mengembangkan Keuskupan Banjarmasin dengan membuka beberapa paroki, Rumah Retret Sikhar dan Panti Wreda Suaka Kasih. Ia juga dikenal sebagai Uskup yang terbuka, termasuk menyatakan bahwa Wisma Keuskupan adalah wisma romantis (rokok makan gratis).[3] Ia turut mengembangkan gagasan untuk memekarkan wilayah Keuskupan menjadi dua bagian, yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Hal ini berujung pada pendirian Keuskupan Palangkaraya hingga saat ini. Mgr. Prajasuta menjadi Uskup Penahbis Utama bagi Mgr. Yulius Aloysius Husin, M.S.F. sebagai Uskup pertama Palangkaraya pada 17 Oktober 1993.
Mgr. Prajasuta pensiun pada 14 Juni 2008 dan kepemimpinan Keuskupan Banjarmasin dilanjutkan oleh Mgr. Petrus Boddeng Timang. Ia kembali menjadi Uskup Penahbis Utama bagi Mgr. Timang pada 26 Oktober 2008.
Setelah pensiun, ia tinggal di Biara MSF Ventimiglia, Yogyakarta.[7]