Sebelumnya pernah bekerja sebagai ajun sekretaris yayasan Kanisius Pusat di Semarang (1958-1961) dan kepala bagian pedidikan MAWI Jakarta (1968-1972). Beliau menyelesaikan pendidikan mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi di Yogyakarta kemudian ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Teologi KatolikUniversitätInnsbruck, Austria.[2]
Dalam sebuath kisah populer ketika masih di Wina, Frater Danu muda pernah sekomunitas dengan Karl Rahner, SJ, teolog besar Gereja Katolik Roma. Ia ditahbiskan menjadi imam oleh Kardinal Augustin Bea, SJ pada 31 Juli 1964.[3]
Saat kecil beliau bercita-cita menjadi seorang dokter. " Seorang yang membantu orang lain pada saat mereka membutuhkannya" ucapnya kala itu.Cita-cita tersebut gagal ia capai, ia memilih menjadi pastor dan pengajar. Menurutnya profesi tersebut bersifat mengabdikan diri pada kepentingan orang lain sama seperti seorang dokter. Ayahnya, Suwardi Danuwinata merupakan seorang guru SMP di Yogyakarta, sehingga menjadi seorang pengajar tidak begitu asing untuknya.
Romo Danu begitu gemar membaca, selain itu juga beliau sangat memperhatikan kesehatan tubuhnya, ia sangat senang berolahraga terutama berjalan kaki.