Council on Foreign Relations awalnya terdiri dari 75 anggota berlatar belakang akademik dan profesional. Pada tahun pertama, CFR mengadakan diskusi terbatas di kantor pusatnya di New York City. Karena ingin mendapat perhatian yang lebih luas, CFR mulai menerbitkan Foreign Affairs pada September 1922.
Di Foreign Affairs edisi November/Desember 2003, Kenneth Maxwell menulis tinjauan buku The Pinochet File: A Declassified Dossier on Atrocity and Accountability karya Peter Kornbluh. Buku tersebut mengangkat kontroversi hubungan Henry Kissinger dengan rezim diktator Chili Augusto Pinochet dan Operasi Condor. Maxwell mengklaim bahwa beberapa anggota penting Council on Foreign Relations yang mewakili Kissinger menekan pemimpin redaksi Foreign Affairs, James Hoge, untuk menyampaikan keputusan akhir terhadap tinjauan ini kepada William D. Rogers, rekan dekat Kissinger, alih-alih Maxwell; ini bertentangan dengan kebijakan Foreign Affairs.[3]
Ketua oposisi dan mantan Perdana MenteriUkrainaYulia Tymoshenko memicu kontroversi setelah menerbitkan artikel berjudul "Containing Russia" di Foreign Affairs edisi Mei–Juni 2007. Artikel tersebut menuduh Rusia era Vladimir Putin melakukan ekspansionisme dan meminta agar seluruh Eropa menentang Putin. Menteri Luar Negeri RusiaSergei Lavrov menulis artikel balasan yang menyebutkan "penyensoran" dari dewan redaksi Foreign Affairs; ia kemudian menarik artikel ini. Partai Tymoshenko memenangkan pemilu 2007 dan ia menjadi Perdana Menteri periode kedua.
Pada tahun 2009, Foreign Affairs meluncurkan situs web ForeignAffairs.comDiarsipkan 2023-07-22 di Wayback Machine. yang menyediakan konten majalah ini dan berbagai fitur terbitan daring.