Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Zip line di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Luncur gantung (bahasa Inggris: [zip line, zip-line, zipline, zip wire, aerial runway (Britania Raya), flying fox (Australia dan Selandia Baru), atau foefie slide (Afrika Selatan)] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan))[1][2][3][4][5] terdiri dari katrol yang digantung pada kabel, biasanya dibuat dari baja tahan karat, dan dipasang di tempat miring. Ini direka untuk memungkinkan kargo atau seseorang yang didorong gravitasi untuk melakukan perjalanan dari atas ke bawah kabel yang condong dengan berpegangan atau tergantung pada katrol yang bergerak bebas. Pada dasarnya, ini telah digambarkan sebagai Lintasan Tyrol yang melibatkan gravitasi untuk mempercepat pergerakannya.[5] Penggunaannya tidak terbatas pada olahraga pertualangan, rekreasi, atau pelancongan, tetapi penggunaan modern cenderung mendukung makna ini.[6]
Sejarah
Kereta gantung atau kereta kabel udara telah digunakan sebagai metode pengangkutan di beberapa negara pergunungan lebih dari 2.000 tahun, yang mungkin bermula di Tiongkok, India, dan Jepang sejak 250 SM, dan[7] tetap digunakan di kawasan terpencil di Tiongkok, seperti Nujiang (Salween) di Yunnan pada akhir tahun 2015 sebelum digantikan jembatan.[8] Tidak semua struktur ini dibantu gravitasi. Jadi, tidak semuanya sesuai dengan definisi luncur gantung.[7]
Berbagai kemajuan teknologi di Eropa pada Abad Pertengahan menyempurnakan kereta-kereta gantung, tetapi beberapa diantaranya masih dibantu gravitasi.[7]
Beberapa sumber mengaitkan pengembangan luncur gantung yang digunakan saat ini sebagai kegiatan liburan di lintasan Tyrol yang dikembangkan untuk tujuan pendakian gunung.[5]
Di Outback, Australia, luncur gantung (dikenali sebagai flying fox dalam bahasa Inggris Australia) terkadang digunakan untuk keperluan pengantaran kepada orang-orang yang bekerja di lembah atau di sisi lain lembah, dan mungkin digunakan dalam konflik oleh pasukan Australia untuk mengantarkan makanan, surat, dan bahkan amunisi untuk kedudukan depan.[5][10][11]
Kegunaan saat ini
Luncur gantung melintasi jurang sungai di Ladakh, India
Sebagai alat pengangkutan
Yungas, Bolivia, mempunyai sistem luncur gantung yang digunakan untuk mengangkut hasil panen, terutama koka, dengan melintasi lembah 200m di bawahnya.[12][13] Ini juga dapat dilihat di Ladakh, wilayah India.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah muncul minat baru dalam penggunaan jalan tali udara untuk mengangkut kargo, sebagian karena keperluan energi yang rendah dan dampak lingkungan. Jenis-jenis yang didorong gravitasi, misalnya luncur gantung, telah dibina di Nepal,[14]Amerika Latin, dan India.[7]
Luncur gantung mungkin direka untuk permainan dan dapat ditemukan di beberapa taman bermain petualangan. Tempat miring yang cukup rendah dan kecepatan yang relatif rendah, menjadikan keperluan akan sarana berhenti ditiadakan.[10] Istilah flying fox biasanya merujuk kepada luncur gantung berskala kecil di Australia dan Selandia Baru.[15][16] Dengan adanya peralatan taman bermain, seperti katrol yang dipasang pada kabel, pengguna biasanya tergantung pada pegangan tangan di bawahnya tetapi peralatan ini terkadang mencakup tempat duduk atau tali pengaman. Pengembalian pegangan atau tempat duduk biasanya dilakukan dengan mendorong atau menarik melalui kabel yang pendek itu kembali ke puncak bukit dengan berjalan kaki.
Wahana yang lebih panjang atau lebih tinggi sering digunakan sebagai sarana untuk mengakses kawasan-kawasan terpencil, seperti kanopihutan hujan. Pada tahun 1970-an, ahli biologi satwa liar membuat luncur gantung sebagai cara untuk mempelajari dan menjelajahi hutan hujan lebat di Kosta Rika tanpa mengganggu lingkungan. Gagasan perniagaan untuk jelajah kanopi luncur gantung berkembang dari ini.
Darren Hreniuk, warga negara Kanada yang pindah ke Kosta Rika pada tahun 1992, pada waktu yang sama dengan adegan dalam film Medicine Man memasukkan wahana di puncak pohon, dengan tujuan menggunakan jelajah kanopi untuk membantu meningkatkan kesadaran untuk penghutanan kembali, pendidikan, dan pengembangan sosioekonomi di kawasan-kawasan sekitarnya.[5] Pada Oktober 1998, Kantor Paten Kosta Rika memberikan paten No. 2532 untuk "Sistem Pengangkutan Hutan Tertinggi Yang Didorong Gravitasi, dengan Menggunakan Abah-Abah (Harness) Melalui Garis Mendatar Sederhana" kepada Hreniuk. Paten ini kemudian dibatalkan dan menimbulkam ketidakpastian untuk perniagaan luncur gantung, sebelum dikembalikan semula setelah 20 tahun.[17][18]
Jelajah kanopi (terkadang disebut wisata luncur gantung) menyediakan laluan (rute) melalui hutan bentang alam pergunungan memanfaatkan luncur gantung dan jembatan udara antara platform yang dibina di pepohonan. Pelancong diikat ke kabel untuk keamanan, dan banyak yang dibatasi untuk orang dewasa. Ketinggiannya bervariasi dari yang dekat dengan tanah hingga yang tinggi di dekat puncak pohon.[19] Jelajah kanopi sebagian besar dipasarkan di bawah panji ekowisata, walaupun dampak lingkungan dari banyak jenis luncur gantung adalah topik yang dipertikaikan.[20]
Istilahnya bervariasi (jelajah kanopi, luncur gantung, flying fox) dan batas antara penggunaan luncur gantung untuk ekowisata dan luncur gantung sebagai olahraga pertualangan sering kali tidak tergambar dengan jelas.[21] Wisata luncur gantung kini menjadi kegiatan liburan yang populer, yang dapat ditemukan di pusat persantaian (resor) kelas atas dan kamp-kamp pertualangan, tempatnya mungkin menjadi unsur dalam tantangan yang lebih besar, seperti mendaki atau ropes course.[22][23]
Rekor
Terpanjang
Luncur gantung terpanjang di dunia sejak 31 Januari 2018 adalah 'Penerbangan Jebel Jais' dari salah satu puncak gunung Jebel Jais di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, dengan panjang tunggal yang tidak terputus 2,831.88m (9,290ft 11in).[24][25] Namun, angkutan ini telah ditutup menunggu hasil penyelidikan atas jatuhnya helikopter penyelamatAgusta 139 pada 29 Desember 2018, yang menewaskan semua penumpang, yang diduga telah memotong salah satu kabel.[26]
"Parque de Aventura Barrancas del Cobre" di 2545m (8,350ft) di Copper Canyon, Meksiko, berada di tempat kedua,[27] bersama denfab "El Monstruo" di Orocovis, Puerto Rico berada di urutan ketiga, di 2530m (8,300ft).[28]
Luncur gantung terpanjang di Inggris adalah Skywire[29] di Proyek Eden di Cornwall berukuran 660 meter (2,165ft). Luncur gantung terpanjang di Eropa, dengan panjang lebih dari 1600 meter, adalah Zip World Bethesda line di Penrhyn Quarry, Bethesda, Wales. Zip World Bethesda line juga memegang rekor sebagai luncur gantung tercepat di dunia.[30][31]
Paling curam
Saat ini tidak ada Rekor Dunia Guinness resmi untuk luncur gantung paling curam di dunia. Jadi, kepastian ini sulit ditentukan, tetapi ada beberapa pesaing di antaranya:
Luncur gantung pertualangan hutan hujan Rockland Estate Saint Martin' (dibuka 24 November 2017), menurun 320m (1,050ft) melintasi 853m (2,800ft) kabel.[32]
Di Letalnica bratov Gorišek, di bukit terbang ski di Planica, Slovenia (dibuka 19 September 2015). Panjangnya 566 meter (1.857ft) dengan penurunan menegak 202 meter (663ft). Ini memiliki kemiringan rata-rata 38.33% dan maksimum 58.6%.[33]
ZipFlyer di Nepal (dijalankan oleh HighGround Adventures – 2012) dengan kemiringan maksimum 56% (dan masih dinyatakan sebagai luncur gantung tertinggi di dunia). Ini memiliki penurunan menegak 610m (2.000ft).[34][35]
Orang tertua yang berluncur gantung
Kakek buyut Britania Jack Reynolds menjadi orang tertua yang berluncur gantung pada ulang tahunnya yang ke-106 pada 6 April 2018 di Go Ape di Hutan Grizedale, Cumbria.[36]
Rujukan
↑Who Really Benefits from Tourism, Publ. Equations, Karnataka, India, 2010. Working Papers Series. "Canopy Tourism", hlm. 37
↑Jacques Marais, Lisa De Speville, Adventure Racing, Publisher Human Kinetics, 2004, ISBN0736059113, 9780736059114, 160 pages, page 156
↑Friedland, Lois (22 November 2017). "Take a Zipline or Canopy Tour". Tripsavvy. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Juli 2018. Diakses tanggal 23 Januari 2019.
↑Thayer, Matthew (September–Oktober 2008). "Don't Look Down!". Maui No Ka ‘Oi magazine. Maui, Hawaii. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2010. Diakses tanggal 9 Maret 2011.