Flusitosin, juga dikenal sebagai 5-fluorocytosine, adalah obat antijamur. Ini secara khusus digunakan, bersama dengan amfoterisin B, untuk infeksi Candida yang serius dan kriptokokosis. Ini dapat digunakan dengan sendirinya atau dengan antijamur lain untuk kromomikosis.
Mekanisme kerja
Di dalam tubuh, flusitosin akan diubah menjadi 5-Fluorourasil (5-FU), lalu menjadi 5-Fluoroudeoksiuridin monofosfat (FdUMP) dan Fluorourindin trifosfat (FUTP). Masing-masing metabolit tersebut menghambat pembentukan DNA dan RNA. Perubahan metabolit induk menjadi metabolit aktif ini terjadi di dalam sel fungi.[1]
Efek samping
Flora normal usus dapat mengubah flusitosin menjadi senyawa antineoplastik toksik. Anemia, leukopenia, dan trombositopenia dapat terjadi akibat toksisitas lainnya pada sumsum tulang[1]
Referensi
12Kurnianta, Putu Dian Marani; Sari, Suci Wulan; Yanti, Silfera Indra; Alfianna, Wiwin; Solihah, Ridayatus; Dari, Ni Putu Desy Ratna Wulan; Okzelia, Sari Defi; Suzana, Dona; Fatwami, Esti Febri (2023-07-17). PENGANTAR FARMAKOLOGI: Konsep dan Teori. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. ISBN978-623-09-4615-8.
Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.