Firdaus Abdullah (03 Juni 1944–11 April 2024) adalah seorang senator, penulis, dan penyair Malaysia. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.
Latar belakang
Firdaus Abdullah merupakan seorang keturunan Minangkabau asal Rao Rao, Tanah Datar, Sumatera Barat. Ketika kecil, ia sering mendengar kesenian-kesenian Minang yang dipancarkan dari RRI Padang seperti Randai dan lagu-lagu Minang. Ia juga senang mendengarkan pepatah petitih dari pedagang-pedagang Minang yang menjual obat di pasar. Dari pengalamannya itulah kemudian ia banyak melahirkan karya-karya yang bernafaskan Minangkabau.
Firdaus masuk pendidikan dasar di Sekolah Melayu Jalan Raja Muda dan Sekolah Menengah Methodist, di Sentul, Kuala Lumpur. Selepas bekerja sebagai wartawan, Firdaus melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Pada tahun 1971, dia mendapat gelar Master of Arts dari Ohio University. Kemudian ia juga memperoleh gelar M. Phil (1975) dan Doktor Falsafah dalam bidang Sains Politik (1980), yang keduanya dari Columbia University, Amerika Serikat.
Karier
Firdaus memulai kariernya sebagai wartawan New Straits Times, Singapura, disamping sebagai kolumnis tetap “Hati dan Nadi Dunia Pelajar” dalam koran Berita Harian. Kemudian ia menjadi pengajar Bahasa Melayu dan Malayasian Civics kepada sukarelawan Amerika di Kampus Hilo, University of Hawaii, Amerika Serikat. Ia juga pernah menjadi dekan Fakulti Ekonomi dan Pentadbiran, Universiti Malaya.
Di dunia kepenulisan ia aktif dalam persatuan penulis seperti Pena dan Gapena. Selain itu ia juga aktif dalam Persatuan Sains Sosial Malaysia, Persatuan Sejarah Malaysia dan Persatuan Ekonomi Malaysia. Ia juga pernah menjadi pemeran dalam film "Esok Masih Ada" arahan Dato Jins Shamsuddin. Meskipun begitu ia lebih dikenal sebagai penyair yang memiliki semangat keminangkabauan cukup kental. Pada akhir tahun 1960-an, puisi Firdaus yang berjudul "Tiga Pesan Pembangunan" telah dianggap oleh beberapa pengulas dan pengkritik sastra sebagai puisi propaganda.
Pada periode 2009-2012 dan 2012-2015, dia menjabat sebagai Senator Dewan Negara Malaysia. Firdaus juga menjadi guru besar sosiologi dan pernah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Pentadbiran serta Wakil Rektor (Timbalan Naib Chancellor) Universitas Malaya.[1]
Karya
Kepimpinan Melayu: satu rakaman kewartawanan: Fajar Bakti, 1985.
Prisma Mimpi: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1985.
Radical Malay politics: its origins and early development: Pelanduk Publications, 1985.
Laungan (antologi pusi bersama),: Penerbitan Federal Berhad, 1966, 136
Puisi Kanak-kanak (antologi bersama),:DBP, 1967
Balada Cinta di Seberang Benua, DBP, 1976
Puisi-puisi Nusantara (antologi bersama) Kuala Lumpur:DBP, 1981
Lagu Kehidupan (antologi bersama),:DBP, 1983
Bintang Mengerdip (antologi bersama) DBP, 1984
100 Sajak Malaysia (antologi bersama): Penerbitan Tra-Tra, 1984, 141
Bahasa Alam (antologi bersama): Penerbit Fajar Bakti Sdn. Bhd., 1984, 108 hlm.