Asal nama
Nama "Firaxis" merupakan gabungan kata dari fiery (berapi) dan axis (sumbu) — berasal dari nama sebuah karya musik yang diciptakan oleh Jeff Briggs. Nama ini melambangkan, menurut para pendirinya, sumbu kreativitas berapi-api yang menjadi sumber lahirnya elemen-elemen permainan terbaik mereka.[3] Logo perusahaan menampilkan roda api yang menyimbolkan proses pengembangan yang dinamis tersebut.
Briggs juga menjelaskan alasan mereka memilih untuk tetap berkantor di wilayah Baltimore, Maryland — alih-alih pindah ke Silicon Valley yang lazim bagi studio permainan besar — karena daerah tersebut dinilai sebagai tempat yang ideal untuk bekerja dan berkembang.[4]
Sejarah
Pendirian dan tahun-tahun awal (1996–2000)
Firaxis berdiri sebagai Firaxis Software pada 1 Mei 1996, setelah Sid Meier, Jeff Briggs, dan Brian Reynolds meninggalkan MicroProse. Mereka bertiga membawa serta pengalaman bertahun-tahun di MicroProse, tempat mereka menciptakan permainan-permainan legendaris seperti Railroad Tycoon (1990) dan seri Civilization.
Judul pertama perusahaan, Sid Meier's Gettysburg!, diumumkan pada Juni 1997. Pada 24 Juli 1997, perusahaan secara resmi berganti nama menjadi Firaxis Games. Pada Agustus 1997, Electronic Arts mengumumkan akuisisi kepemilikan minoritas atas Firaxis Games dengan nilai yang tidak diungkapkan. Gettysburg! dirilis pada Oktober 1997 dan menuai keberhasilan kritis serta komersial, dengan hampir semua ulasan mendapat nilai sempurna, serta terjual 200.000 kopi pada Agustus 1999.[5]
Sejak Gettysburg!, Firaxis mengawali tradisi memberi awalan "Sid Meier's" pada semua permainan yang dirancang oleh Meier — sebuah tradisi yang mereka teruskan dari MicroProse, karena nama Meier diyakini menambah daya kenal permainan di pasar.
Pada awal tahun 2000, salah satu pendiri Brian Reynolds meninggalkan Firaxis untuk mendirikan studio barunya, Big Huge Games. Meier tetap menjadi satu-satunya pendiri yang bertahan di perusahaan.
Era independen (2001–2005)
Sepanjang periode ini, Firaxis merilis beberapa judul penting yang memperkuat reputasinya sebagai studio strategi terkemuka: Sid Meier's Civilization III (2001), Sid Meier's SimGolf (2002), Sid Meier's Pirates! (2004), dan Sid Meier's Civilization IV (2005).
Pada November 2004, Infogrames — pemegang hak kekayaan intelektual seri Civilization saat itu — menjual seluruh IP tersebut seharga US$22,3 juta kepada pembeli yang tidak diungkapkan. Pada 26 Januari 2005, pembeli diumumkan adalah Take-Two Interactive. Penerbit tersebut mengumumkan bahwa waralaba akan dikelola oleh label 2K Games yang baru didirikan, sementara Firaxis akan tetap bertanggung jawab atas pengembangannya.
Bagian dari 2K dan Take-Two (2005–sekarang)
Pada Agustus 2005, Take-Two Interactive mengakuisisi Firaxis Games secara penuh. Melalui kesepakatan ini, manajemen dan rencana pengembangan Firaxis tetap tidak berubah. Meier dan Briggs menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan kesempatan besar bagi Firaxis dari segi pengembangan kreatif dan kemampuan pemasaran, serta memberi kesempatan untuk mendapatkan kembali kendali penuh atas waralaba Civilization.[6]
Pada Maret 2006, dua studio pengembang Take-Two lainnya — PopTop Software dan Frog City Software — digabungkan ke dalam Firaxis sebagai bagian dari langkah penghematan biaya. Pada November 2006, salah satu pendiri Jeff Briggs meninggalkan perusahaan dan digantikan oleh Steve Martin sebagai kepala studio.
Firaxis kemudian memperluas portofolionya secara signifikan dengan menghidupkan kembali seri X-COM melalui XCOM: Enemy Unknown (2012), yang menjadi hit besar dan waralaba unggulan kedua perusahaan di samping Civilization. Pada 2012, majalah Game Informer menobatkan Firaxis sebagai Pengembang Terbaik Dunia Tahun Ini (World's No. 1 Developer of the Year).[7]
Pada Desember 2015, Firaxis memperluas kantor pusatnya di Sparks yang telah mereka tempati sejak 2009 menjadi 40.000 kaki persegi (3.700 m²) dan menambah 40 staf baru, sehingga total mencapai 180 karyawan.
Periode terkini dan PHK (2022–sekarang)
Pada Februari 2023, direktur kreatif Midnight Suns Jake Solomon dan kepala studio Steve Martin meninggalkan perusahaan. COO Heather Hazen dipromosikan untuk menggantikan Martin. Pada 30 Mei 2023, sekitar 30 karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari langkah penghematan biaya yang diterapkan oleh induk perusahaan Take-Two Interactive.[8]
Pada September 2025, Firaxis kembali mengalami PHK menyusul performa komersial Sid Meier's Civilization VII (2025) yang kurang memuaskan. Civilization VII mendapat ulasan positif dari kritikus, namun dinilai kontroversial oleh komunitas penggemar karena perubahan besar pada formula permainan, termasuk sistem pergantian peradaban antar era. Sehingga di Steam hanya meraih status "Beragam" dengan 49% ulasan positif.[9]