Jepang memenangkan final dengan skor 4–0 untuk meraih gelar kedua mereka secara berturut-turut, dan yang ketiga secara keseluruhan dalam sejarah partisipasi mereka.[3]
Tiongkok memasuki turnamen sebagai salah satu peringkat kedua terbaik selama babak kualifikasi.[4] Dalam pengundian, mereka ditempatkan di Grup D bersama Irak, Australia, dan Thailand. Mengingat semua penampilan Tiongkok sebelumnya selalu terhenti di babak grup, tim ini secara mengejutkan justru tidak terkalahkan di fase grup edisi kali ini. Mereka meraih satu kemenangan melawan Australia melalui gol tunggal Peng Xiao, serta dua hasil imbang tanpa gol melawan Irak dan Thailand, sehingga finis sebagai peringkat kedua grup.[5][6][7]
Di perempat final, Tiongkok menghadapi Uzbekistan, mantan juara dan dua kali peringkat kedua berturut-turut. Kedua tim gagal mencetak gol selama 120 menit, sehingga pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Lima tendangan pertama berhasil dikonversi dengan Tiongkok memimpin 3–2 sebelum Bekhruz Karimov dan Yang Haoyu gagal mengeksekusi penalti. Li Hao kemudian menepis tendangan Dilshod Abdullaev, yang memberi kesempatan bagi Wang Bohao untuk mencetak penalti kemenangan dan membawa tim asal Asia Timur ini ke semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah.[8] Tiongkok juga menjadi tim pertama yang mencapai semifinal dengan hanya mencetak total satu gol (di luar adu penalti). Menghadapi Vietnam yang merupakan peringkat kedua edisi 2018 di semifinal, Tiongkok justru menunjukkan permainan menyerang yang kuat. Dengan menjaga gawang tetap bersih dari gol dan mencetak tiga gol melalui Peng Xiao, Xiang Yuwang, dan Wang Yudong, Tiongkok melaju ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen.[9] Penampilan ini juga menandai pertama kalinya sejak Kejuaraan U-17 AFC 2004, perwakilan Tiongkok berhasil mencapai final tingkat benua.[10]
Jepang
Jepang berpartisipasi dalam turnamen ini sebagai pemenang Grup B pada babak kualifikasi.[11] Terundi di Grup B bersama tiga tim Asia Barat, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Suriah, sang juara bertahan mendominasi grup dengan tiga kemenangan, mencetak sepuluh gol tanpa kebobolan sama sekali.[12][13][14] Jepang juga menjadi tim pertama yang memastikan diri lolos ke perempat final hanya setelah dua pertandingan.[15]
Pertandingan perempat final Jepang mempertemukan mereka dengan tim Asia Barat lainnya, Yordania. Ini merupakan laga yang sulit bagi sang juara bertahan karena mereka membiarkan Yordania unggul pada menit ke-30 melalui gol Ali Azaizeh, yang merupakan kebobolan pertama Jepang di turnamen ini. Namun, Yordania mencetak gol bunuh diri hanya lima menit setelah babak kedua dimulai, di mana Anas Al-Khob secara tidak sengaja tergelincir saat menghalau tendangan Shusuke Furuya, sehingga menyamakan kedudukan. Kedua tim tidak mampu mencetak gol lagi hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir, sehingga laga berlanjut ke babak adu penalti. Jepang menang 4–2 dalam adu penalti dan melaju ke semifinal setelah menggagalkan dua tendangan dari Mohammad Taha dan Mohammad Al-Shatti.[16][17] Menghadapi rival utama mereka, Korea Selatan di semifinal, Jepang hanya butuh gol tunggal dari Kaito Koizumi pada menit ke-36 dan mempertahankan skor tersebut hingga akhir pertandingan untuk mengamankan tempat di final.[18]