Filsafat arkeologi adalah cabang filsafat yang berupaya menyelidiki dasar, metode, dan implikasi dari disiplin ilmu arkeologi untuk lebih memahami manusia pada masa lalu dan masa kini. Beberapa pertanyaan-pertanyaan utama yang menjadi fokus dari filsafat arkeologi meliputi: apa itu arkeologi, apa dasar teoretis arkeologi, bagaimana seharusnya arkeologi memahami perjalanan waktu, mengapa dan untuk siapa, arkeologi dipraktikkan, apa hakikat dan kenyataan objek serta proses dari studi arkeologi. Filsafat analitik arkeologi ini menyelidiki tentang logika di balik konsep-konsep seperti artefak, situs, catatan arkeologi, dan budaya arkeologi. Hal ini hanyalah beberapa contoh dari masalah yang terkait, seperti metafisika, estetika, epistemologi, etika, dan teori yang menjadi inti dari praktik arkeologi.[1]