Vignette pada halaman sebelum permulaan (head-piece) Surat Filipi; dibuat oleh P.J. de Loutherbourg untuk Macklin Bible (lukisan 105 dari 134), pada Bowyer Bible New Testament, tahun 1800 M. Terbitan T. Macklin, London.
Disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (TB)[4]
Paulus menyatakan dirinya sebagai seorang keturunan dari dua belas suku Israel yang asli dan termasuk golongan Farisi yang terkenal tekun mempelajari dan gigih mempertahankan hukum Taurat.
"Disunat pada hari ke-8": Aturan sunat pada hari ke-8 ini pertama kali difirmankan dalam Kitab Kejadian (Kejadian 17:12) dan ditegaskan pada Imamat 12:3.[5] Pelaksanaan aturan ini dalam Alkitab tercatat diterapkan pada:
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan KristusYesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (TB)[6]
Ayat ini sampai ayat 11 memperlihatkan hati rasul Paulus dan hakikat kekristenan. Kerinduan terbesar Paulus ialah mengenal Kristus dan mengalami persekutuan pribadi dan keakraban dengan Dia secara lebih erat. Usahanya untuk mencapai hal-hal ini menyangkut yang berikut:
1) Mengenal Kristus secara pribadi dan juga mengetahui cara-cara, sifat, dan tabiat-Nya seperti yang dinyatakan dalam Firman Allah. Pengenalan yang sebenarnya akan Kristus meliputi mendengarkan Firman-Nya, mengikuti Roh-Nya, menanggapi semua tindakan-Nya dengan iman, kebenaran dan ketaatan, serta menyatu dengan segala urusan dan maksud-Nya.
2) Berada di dalam Dia (Filipi 3:9), yaitu mempunyai persatuan dan persekutuan dengan Kristus yang menghasilkan suatu kebenaran yang dialami sebagai karunia dari Allah saja (Filipi 1:10–11; 1 Korintus 1:30).
3) Mengenal kuasa kebangkitan-Nya (Filipi 3:10), yaitu mengalami pembaharuan hidup, kelepasan dari dosa (Roma 6:4; Efesus 2:5–6), dan kuasa Roh yang menghasilkan kesaksian yang efektif, penyembuhan, mukjizat, dan akhirnya kebangkitan kita sendiri dari antara orang mati (Filipi 3:11; Efesus 1:18–20).
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 979-415-905-0.