Pada karir awalnya, ia dipercaya untuk mengawaki pesawat Twin Otter jalur Jakarta, Cirebon, dan Cilacap. Setelah cukup lama melayani rute pendek itu, atas permintaannya sendiri, Fierda ditempatkan di Papua, saat itu masih bernama Irian Jaya.
Setelah digodok di Papua, Fierda pun dipercaya untuk menerbangkan pesawat CN-235, pesawat penumpang sipil angkut turboprop kelas menengah bermesin dua.[1]
Kematian
Pada Minggu siang, 18 Oktober 1992, pesawat CN-235 jurusan Semarang-Bandung yang dipiloti Fierda mengalami kecelakaan tragis. Pesawat itu menabrak Gunung Puntang dekat Gunung Papandayan di Garut. Fierda, seluruh awak kabin lain, dan seluruh penumpang tewas dalam tragedi tersebut. Pesawat CN-235 Merpati Nusantara Airlines dengan nomor penerbangan MZ-5601 jurusan Semarang-Bandung itu hilang kontak pada Minggu, 18 Oktober 1992, pukul 13.30 WIB.