Fenestra antorbitalPosisi fenestra antorbital terhadap bukaan tengkorak lainnya pada Massospondylus.
Fenestra antorbital adalah sebuah bukaan pada tengkorak di depan rongga mata. Ciri tengkorak ini umumnya dikaitkan dengan hewan archosauriformes, yang pertama muncul selama periode Trias. Di antara archosauria sintas, burung masih menyandang fenestra antorbital, sementara crocodilia kehilangannya. Hilangnya ciri ini pada buaya dan kerabatnya diyakini berkaitan dengan kebutuhan struktural tengkorak mereka untuk daya gigit yang kuat dan perilaku makan yang mereka terapkan.[1][2] Pada beberapa spesies archosauria, bukaan ini telah tertutup, namun letaknya ditandai oleh sebuah cekungan, atau fossa, pada permukaan tengkorak, yang dikenal sebagai fossa antorbital.
Fenestra antorbital menyandang sinus paranasal yang bertemu dengan kapsul nasal di sampingnya.[3] Meski crocodylia telah menutup fenestra antorbital mereka, mereka masih memiliki sinus antorbital.[4]
Pada dinosaurustheropoda, fenestra antorbital adalah bukaan terbesar di tengkorak mereka. Secara sistematis, hadirnya fenestra antorbital dianggap sebagai sebuah sinapomorfi yang menyatukan theropoda tetanurae sebagai satu klad. Berkebalikan dari ini, sebagian besar dinosaurus ornithischia menyusutkan dan bahkan menutup fenestra antorbital mereka,[3] seperti pada hadrosauria dan pada genus dinosaurus Protoceratops. Penutupan ini membedakan Protoceratops dari dinosaurus ceratopsia lainnya.[5]
12Witmer, L.M. 1997. The Evolution of the Antorbital Cavity of Archosaurs: A Study in Soft-Tissue Reconstruction in the Fossil Record with an Analysis of the Function of Pneumaticity. JVP 17(1 supp):1–76.
↑Witmer, L.M. 1997. The Evolution of the Antorbital Cavity of Archosaurs: A Study in Soft-Tissue Reconstruction in the Fossil Record with an Analysis of the Function of Pneumaticity. JVP 17(1 supp):1–76.
↑Martin, A.J. (2006). Introduction to the Study of Dinosaurs. Second Edition. Oxford, Blackwell Publishing. pg. 299-300. ISBN1-4051-3413-5.