Fagus crenata, atau dikenal dengan nama Jepang buna (ブナ) serta disebut juga Bewuk jepang, merupakan spesies pohon gugur dari famili Fagaceae yang hanya ditemukan di Jepang. Pohon berbatang keras dan tinggi ini pertama kali dicatat oleh dunia Barat pada tahun 1830 dan mendapat deskripsi ilmiah resmi pada 1851. Sebagai pohon kanopi utama, buna mendominasi banyak kawasan hutan Jepang dan sering tumbuh berdampingan dengan Quercus crispula (ek Jepang) serta Acer mono (tangkira berpola). Bagian pohonnya seperti kacang, biji, minyak, dan daun muda dapat dikonsumsi, meskipun perlu kehati-hatian karena potensi racun. Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakar, bahan furnitur, dan material konstruksi, pohon ini juga berfungsi sebagai peneduh alami. Namun, perubahan iklim kini memberikan dampak negatif terhadap kelestariannya.
Deskripsi
Fagus crenata dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 35 meter dengan mahkota membulat serta cabang-cabang tebal yang menjulur rendah. Kulit batangnya halus, berwarna abu-abu muda hingga hampir putih, dihiasi bintik-bintik berwarna abu-abu pucat, abu-abu tua, atau kehijauan. Pohon ini sering memiliki akar papan di bagian bawah batang, sementara akar permukaan dapat muncul untuk membantu penyerapan oksigen yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan pembentukan buah. Daunnya tersusun bergantian di sepanjang ranting, berbentuk lonjong bergerigi dengan panjang antara 7,5–15 sentimeter dan lebar 2,5–8 sentimeter.[3] Daun tersebut melebar di bagian pangkal dan memiliki 7 hingga 11 pasang tulang daun. Pada musim gugur, dedaunan Fagus crenata berubah warna menjadi merah, kuning, dan coklat keemasan yang khas.[4]
Distribusi
Fagus crenata merupakan spesies endemik Jepang yang tersebar luas di seluruh negeri dan menjadi salah satu pohon utama di hutan gugur beriklim dingin. Pohon ini biasanya tumbuh bersama Quercus crispula (ek Jepang) dan Acer mono (tangkira berpola), ketiganya berperan sebagai pohon kanopi dengan F. crenata sebagai spesies yang paling dominan. Badai angin sering menjadi faktor utama yang menyebabkan kerusakan pada lapisan kanopi hutan tersebut.[5] Di beberapa wilayah persebarannya, F. crenata juga tumbuh berdampingan dengan berbagai pohon gugur lainnya seperti Fagus japonica, Magnolia obovata, Fraxinus lanuginosa, Acer japonicum, Quercus serrata, dan Carpinus laxiflora.[6][7]
Kegunaan
Kacang, biji, serta minyak dari Fagus crenata dapat dikonsumsi, sementara daun mudanya yang masih hijau sering dimasak sebagai bahan pangan. Pohon ini juga berperan penting dalam menyediakan tempat berlindung dan naungan bagi satwa liar.[8] Selain itu, F. crenata sering dimanfaatkan dalam seni bonsai karena bentuk miniaturnya menyerupai pohon dewasa di alam.[9] Berkat kayunya yang keras dan padat, spesies ini banyak digunakan sebagai bahan bakar, pembuatan furnitur, serta material konstruksi.[3]