Arif menyelesaikan studi sarjana di program studi Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga pada tahun 1963. Kemudian, ia menamarkan pendidikan spesialisnya di bidang andrologi di Universitas Katolik Leuven, Belgia pada tahun 1974. Setelah itu, ia memperoleh gelar doktor di bidang andrologi pada tahun 1984 dan guru besar biologi kedokteran pada tahun 1998 dari Universitas Airlangga.[1][2]
Karya dan penelitian
Arif telah berkontribusi dalam penelitian besar di bidang andrologi. Ia telah berkontribusi dalam penelitian viagra sehingga dapat masuk ke Indonesia pada tahun 2000-an. Penelitian obat tersebut dilakukan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, serta koordinasi tingkat Asia.[3]
Selain itu, Arif juga menginisasi penelitian besar mengenai kontrasepsi yang menggunakan hormonal melalui suntik. Penelitian tersebut melibatkan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Atas inisiasinya tersebut, Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran UNAIR dapat terlibat dalam forum-forum kesehatan dunia.[4]
Kemudian, Arif juga berperan sebagai inisiator dan pembentuk organisasi Perhimpunan Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi). Hingga saat ini, organisasi tersebut berkembang besar menjadi Kolegium Andrologi Indonesia.[3]