Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen (22 Oktober 1819–6 November 1892
) adalah residen Riouw dan Surakarta, komisaris gubernemen untuk Afdeling Selatan dan Timur Borneo (sekarang Kalsel-Kalteng-Kaltim-Kaltara), anggota Dewan Hindia (kelak menjadi wakil presiden) dan akhirnya komisaris pemerintahan dalam Perang Aceh Pertama (1873).[1] Ia adalah ayahW.C. Nieuwenhuijzen.[2][3]
Pada tanggal 7 Maret1873, Nieuwenhuijzen bertolak bersama sejumlah kapal perang Belanda ke Aceh dengan tujuan berunding dengan Sultan Aceh atas meningkatnya kasus perompakan di pantai Sumatra.[4] Pada tanggal 22 Maret, ia dikawal oleh KNIL. Karena perundingan tak menghasilkan apapun, pemerintah (yang perwakilannya adalah Nieuwenhuijzen) mengumandangkan perang kepada Aceh pada tanggal 26 Maret. Pada tanggal 6 April, saat pasukan yang dipimpin Jend.Johan Harmen Rudolf Köhler mendarat, Perang Aceh Pertama dimulai.[5][6] 4 hari kemudian, pasukan kembali ke Batavia (kini Jakarta) setelah mengalami kekalahan. Pada tanggal 7 Juni, GubJend.James Loudon segera memberhentikan Nieuwenhuijzen karena Nieuwenhuijzen dipandang sebagai orang yang bertanggung jawab atas kembalinya pasukan sebelum waktunya.[7]
Penghargaan
Salib Komandan Orde Singa Belanda
Artikel
1879. F.N. Nieuwenhuijzen (oud vice president van de Raad voor Nederlands-Indië, gewezen gouvernementscommissaris voor Atjeh). Een woord over "De Waarheid" van generaal Jan van Swieten. D.A. Thieme. Den Haag
↑Retno, Devita (2020-01-18). "Sejarah Perang Aceh Melawan Belanda". Sejarah Lengkap (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-06. Diakses tanggal 2020-02-13.