Maleev meneliti otak Tarbosaurus dengan memotong kerangka otak yang terfosilisasi dengan gergaji berlian.[1] Para peneliti modern memakai sken-sken tomografi komputer dan perangkat lunak rekonstruksi 3D untuk memvisualisasikan bagian dalam enokrania dinosaurus, sehingga mengeliminasi kebutuhan untuk merusak spesimen-spesimen yang berharga.[2]