Etambutol atau Ethambutol adalah antibiotik yang mencegah pertumbuhan bakteri tuberkulosis di dalam tubuh.[4] Penggunaan ethambutol secara berlebihan atau penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan efek samping.[4]
Efek Samping
Efek samping Ethambutol yang tersering adalah toksisitas yang terjadi pada mata dan pencegahan terhadap munculnya efek samping ini masih merupakan kontroversi.[5] Penelitian pada hewan ditemukan bahwa ethambutol memiliki efek toksik pada serabut saraf di ganglion retina.[5] Terjadinya keluhan pada mata biasanya lambat, bisa berbulan-bulan setelah mulai terapi (rata-rata antara 3-5 bulan, bahkan ada yang sampai 12 bulan), jarang sekali yang muncul secara akut.[5] Pasien yang terkena efek samping akan mengeluh penurunan tajam penglihatan pada kedua mata tanpa disertai rasa sakit, penurunan terhadap kontras dan sensitivitas warna serta gangguan lapang pandang.[5] Pada pemeriksaan fisik, gangguan yang terjadi pada kedua mata didapatkan simetris.[5] Efek samping ini dikatakan berhubungan dengan dosis dan lamanya pengobatan.[5] Biasanya masih dapat bersifat reversibel apabila pengobatan dihentikan.[5]
↑"ethambutol (CHEBI:4877)". Chemical Entities of Biological Interest. UK: European Bioinformatics Institute. 18 August 2010. Main. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 July 2014. Diakses tanggal 26 April 2012– via ebi.ac.uk.