Ia menjadi Ketua DPC PKB Kota Bandung sekaligus Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung. Ia menjadi dikenal karena mendaftarkan diri menjadi Calon Wakil Wali kota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan, diusung oleh Partai NasDem, PKB dan ikut didukung oleh Partai Buruh dan Gelora.[2]
Pendidikan
Ia memulai pendidikan dasar di SD Cikutra V Kota Bandung, meneruskan di SLTP Santa Maria, dan pendidikan menengah atas di SMA Yodhatama. Pendidikan tinggi ia mulai dari S1 Universitas Pasundan. Ia melanjutkan ke S2 Magister Pendidikan Agama Islam dan Program Doktor Ilmu Pendidikan di Universitas Islam Nusantara, Bandung.
Organisasi
Ia menjadi Ketua DPC PKB Ketua Bandung selama 3 periode untuk tahun 2010-2025. Ia juga menjadi Dewan Penasihat FKPPI Kota Bandung untuk periode 2023-2028. Ia juga menjadi Sekretaris Umum Garda Bangsa Jawa Barat I untuk periode 2017-2022. Ia juga menjadi Bendahara IKA FE Unpas pada tahun 2016 hingga 2019, serta Wakil Ketua HPN Jawa Barat.
Ia bersama Relawan Peduli COVID 19 PKB Kota Bandung ikut aktif melakukan disinfeksi di beberapa titik perumahan dan fasilitas umum di Kota Bandung saat wabah COVID19 terjadi.[3]
Karier politik
Ia menjadi anggota DPRD Komisi D Kota Bandung, sekaligus sebagai anggota Badan Musyawarah dan Anggota Badan Anggaran.
Pendaftaran dilakukan pada tanggal 29 Agustus 2024, setelah sebelumnya mengadakan rangkaian acara Acara Budaya di Titik 0km, Bandung.[4]
Hasil survei Pemilihan Umum Wali kota Bandung
Sebelumnya, hasil survei Lembaga Survei Riset Indonesia (SeRi) Juli 2024 memperlihatkan bahwa Atalia Praratya memiliki keterpilihan tertinggi. Namun dengan mundurnya Atalia Praratya yang digantikan oleh Arfi Rafnialdi , maka Farhan dan Erwin adalah dua calon dengan keterpilihan paling tinggi dari seluruh bakal calon yang memiliki potensi bertarung di Bandung.[5][6]
Dalam Survei Lembaga Pemantau Demokrasi (LDP) terkait "kepercayaan publik atas calon Wakil Wali kota Bandung yang dapat menciptakan suasana kewirausahaan bagi masyarakat" diduduki peringkat pertama Arif Wijaya (26%), Peringkat Kedua Erwin (24%) , Peringkat ketiga Yena Iskandar Masoem (19%), Dhani Wirianata (15%), sisanya tidak memilih.[7][8][9]
Hasil Survei Lembaga Survei Bandung Aktual (LSBA) tanggal 20 November 2024 setelah Debat Terakihr yang dilaksanakan KPU Kota Bandung, menghasilkan elektabilitas Pasangan Arfi Rafnialdi - Yena Iskandar Masoem mendapatkan 30%, Pasangan Haru Suandharu - Dhani 25%, Pasangan Dandan Riza Wardana - Arif 19,6% dan Pasangan Muhammad Farhan - Erwin 19% sedangkan yang memilih tidak tahu 1,4%.[10]
Kontroversi
Dalam Debat Terakhir Calon Wali kota dan Wakil Wali kota Bandung 2024 pada tanggal 19 November 2024, Erwin menggunakan kata "paeh" (yang berarti "mati" untuk selain manusia) dalam membahas program Universal Health Coverage (UHC). Merespons hal tersebut Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Prof Dr. Cece Sobarna M.Hum menilai tidak elok kata "paeh" digunakan di ruang publik apalagi Debat Pilkada 2024.[11][12][13]
Pada tanggal 10 Desember 2025, Kejaksaan Negeri Bandung menetapkan Erwin sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tahun 2025.[14][15]