Era 1980-an
Ermy kembali ke Indonesia pada tahun 1981 dan bernyanyi di beberapa hotel berbintang sebelum akhirnya memilih menyanyi di Jaya Pub, milik pasangan aktris dan aktor terkenal Rima Melati dan Franz Tumbuan. Di tempat ini pula Ermy kerap menyanyikan lagu Salena Jones, penyanyi jazz legendaris dari Amerika Serikat. Lagu Selena yang kerap dinyanyikan Ermy antara lain, "Sentimental Journey", "Sunmertime in Venice", dan "April in Paris". Mulailah Ermy mendapat julukan Salena Jones Indonesia. Di sana pula, Ermy bertemu dengan pencipta lagu dan pemusik jazz, Ireng Maulana yang di kemudian hari tak hanya mitra kerja tetapi juga menjadi pembimbingnya dalam bermusik.
Kerja sama Ermy dan Ireng tercipta pertama kali saat merilis album Jazzy Dixie pada tahun 1982. Album yang diedarkan perusahaan Irama Tara ini berisi lagu-lagu pop yang sudah dikenal dan top di eranya, seperti "Nikmatnya Cinta", "Kidung", "Widuri", "Mimpi", "Benci tetapi Rindu", dan lain-lain. Ireng tak hanya berperan sebagai penata musik, tetapi juga penggagas sebagai debut awalnya ke dapur rekaman dengan mengusung lagu-lagu jazz. Tentu saja kehadiran Ermy disambut baik setelah sekian lama penikmat musik jazz menantikan regenerasi dari Margie Sigers dan Rien Djamain.
Setahun kemudian, Ermy kembali bersama Ireng merilis album Bossas dengan lagu-lagu karya cipta sang legendaris, Rinto Harahap. Kemudian disusul album Cintaku Abadi (1984) ciptaan Buche Tess dan Walau dalam Mimpi (1985) hasil ciptaan David Messakh.
Nama Ermy melejit berkat lagu Kasih ciptaan Richard Kyoto yang direkam tahun 1986. Lewat album ini pula Ermy dinobatkan sebagai Penyanyi Jazz Terbaik pilihan angket pembaca tabloid Monitor dan nominasi sebagai album terbaik oleh BASF Award. Tiga tahun kemudia, karya Ryan Kyoto, "Pasrah" kian memantapkan kariernya di dunia tarik suara.
Era 1990-an sampai sekarang
Memasuki awal abad 20, Ermy mulai berkolaborasi dengan musik daerah dan musisi lain. Tahun 1991, Ermy merilis album kolintang bertajuk O, Ina Ni Keke dengan Rupata Grup. Setahun kemudian, Ermy menghadirkan album Siapa Sangka dengan Kwartet pakar musik, seperti Fariz RM, Billy JB, Chandra Darusman, dan Purwatjaraka. Album kolaborasi yang bisa dibilang paling sukses adalah Saat Yang Terindah bersama Indra Lesmana yang berhasil mendapat Album Terbaik di ajang bergengsi AMI Sharp Awards tahun 2000.
Tahun 2007, Ermy menjadi bintang tamu dalam album terbaru sebuah grup musik berirama latin, Primavera. Dalam album yang bertitel Primavera The Beginning ini Ermy mendendangkan tiga lagu dengan irama latin bossanova, yaitu "Juwita Malam" karya Ismail Marzuki, serta "Saat-Saat Yang Indah" dan "Salahkan" yang diciptakan oleh Primavera sendiri.[1][2] Akhir Agustus 2007, Ermy Kullit merilis album terbarunya bertajuk Di Hatiku. Album yang dibantu Yopie Item itu berisi 10 lagu, lima di antaranya lagu-lagu anyar.[3]